Shiva in Exile

Penikmat Enigma, Deep Forest, Delerium atau Waterbone, harus mencicipi karya-karya Shiva In Exile. Group ini benar-benar mampu untuk menyihir dan menghipnotis anda, dengan chant-chant dan hentakan-hentakan yang diramu dengan sangat indah dan melankolis.

Berdasarkan situs resminya, musik SIE dapat dikategorikan dalam kelompok New Age, Oriental atau gothik. Komposer SIE adalah Stefan Hertrich yang sebelumnya dikenal lewat karya-karyanya yang berupa soundtrak game PC. Stefan juga pernah menghasilkan album2 dengan nama Darkseed, Betray My Secrets, SpiRitual (Jerman), Sculpture (Jerman). Dalam berbagai proyeknya, Stefen berperan sebagai pemain synthesizer, perkusi, dan programming.

Album pertama SIE,  “Ethnic” adalah album yang sangat indah dan misterius, berbagai nuansa oriental mulai dari Arab hingga melayu dipadukan di sini. Pembuka album ini, track “Caravane” akan langsung membuat bulu kuduk anda merinding, selanjutnya anda akan dibawa menjelajahi dunia musik yang sangat eksotis dan gelap. Dalam track “Nightbeat” anda dapat menemukan vokal berbahasa Indonesia yang sangat indah. Tidak aneh apabila album ini mendapat penghargaan Just Plain Folks Music sebagai “Best New Age/World album 2004”. Album ini adalah salah satu album New Age yang menurut saya paling mantap !

Setelah vakum selama 5 tahun, SIE meluncurkan album “Nour” yang berarti cahaya dalam bahasa Arab, album ini tidak kalah uniknya dari album pertama, yaitu tetap menggabungkan unsur musik modern/elektronik dengan unsur oriental (Indian, timur dekat, Afrika, hingga Asia). Penampilal vokal Yana Veva (Rusia) turut menambah suasana mistik album ini, yang juga mengundang pendengarnya dalam dunia musik spiritual yang hangat dan penuh energi.

Track “Viva La Revolucion”, “We’re All One” dan “He’neya”  digubah dalam suasana perang Israel dan Lebanon, dimana sang vokalis turut terlibat dalam aksi protes menentang peperangan. Dalam  track “Anubis” pikiran kita akan dibawa menuju kemegahan kuil-kuil Mesir, selanjutnya petualangan spiritual kita dilanjutkan dalam track “Desert of Yunus” dan “Blue Healing”. “Nour” juga memasukan bonus track “Bullet” yang menampilkan penyanyi Hanine Hannousch dari Beirut/Lebanon yang menulis puisi dengan judul yang sama dalam suasana pemboman Beirut oleh Israel (2006).

There are songs to make you dance, to make you cry, to have you stand up and scream to the skies…”

Download link

Ethnic

Nour


  • Tulisan terbaru, sehangat batagor yang baru digoreng

  • PENGUMUMAN!!! Blog ini tidak memiliki afiliasi dengan organisasi berikut

    Kelompok Teroris Sadness Liberation Army (SLA)

  • NEW PRODUCT!

    Sehat Kuat bagai Hansip!

  • Blog bebas iklan dan pornografi