Enigma

undefined

Pada awal abad 20, sebuah hits mengguncang dunia. Sebuah band tak dikenal berhasil menembus pasar musik dengan inovasi yang menakjubkan. Pada tahun 1991 itulah, Seorang musisi Rumania bernama Mickhael Cretu, beserta rekannya David Fairstein dan Frank peterson (gregorian) mendirikan sebuah proyek musik elektronik bernama Enigma yang berhasil meraih keberhasilan besar di dunia musik. Hit singlenya, “Sadeness” meraih urutan musik no.1 di 20 negara saat itu.

Michael Cretu, arsitek proyek Enigma lahir di Bukarest tanggal 18 Mei 1957. Ia adalah pemilik studio rekaman di Ibiza, Spanyol, di studio inilah seluruh album Enigma dirampungkan.  Cretu mempelajari musik sejak remaja di Rumania, Prancis hingga Jerman. Tapi kemudian ia menyadari kalau musik klasik tidak cocok untuknya. “Saya menghasilkan uang pertama dari musik pada saat saya menjual piano milik saya.” Guraunya.

Dari tahun 1978 hingga 80’an, sebenarnya Mickhael Cretu telah menghasilkan beberapa album, dimana ia juga berperan sebagai vokalis, namun dak ada dari album tersebut yang sukses. Ia kemudian sibuk mendampingi Istrinya, Sandra Lauer Cretu yang juga telah mengeluarkan beberapa album solo pada tahun-tahun tersebut. M. Cretu juga terlibat dalam pembuatan album “Islands” dari Mike Oldfield “1987’.

Dengan nama samaran “Curly MC” yang dapat kita lihat pada Inlay album MCMXC a.D. , Michael Cretu “Enigma” berhasil membuat sebuah terobosan baru di dunia musik dengan menggabungkan alunan paduan suara Gregorian dengan nuansa musik trance dan ambient. Hasilnya adalah sebuah mahakarya, sebuah karya yang harus dikenal oleh segenap penggemar musik New Age, berjudul “Sadeness” Part. I. Mengenai judul lagu tersebut, yang seharusnya ditulis “Sadness” tanpa huruf “E”, Cretu berkilah bahwa ia merujuk kepada seorang maniak Prancis bernama Edward De Sade.

Kerahasiaan namanya tidak berlangsung lama, Cretu tidak lagi menyembunyikan identitasnya pada album-album enigma selanjutnya. Dalam album kedua The Cross of Changes (1993), Ia sudah tidak lagi berkerja sama dengan Frank Peterson. Mealinkan dengan rekan barunya yaitu dengan gitaris Jens Gad dan vokalis “Angel”. Di album kedua ini Cretu  mulai melakukan eksperimen-eksperimen musik yang menakjubkan. Alih-alih menggunakan chant gregorian, ia mengambil chant-chant dari mulai budaya Indian hingga Tibetan. Hit singlenya, The Return to Innocence merupakan musik New Age yang bisa dinikmati tanpa bosan di sepanjang masa. Pada masa penerbitan album kedua ini, album MCMXC a.D. masih menempati urutan teratas di urutan musik beberapa negara.

Setelah mendapat berbagai kesuksesan atas penjualan kedua album sebelumnya, Cretu lebih berani mengambil resiko dan berkreasi dalam menggarap musik, ia seakan-akan kehilangan batas dalam berkreativitas. Enigma tidak perlu takut kehilangan pasar karena pasar enigma memang sudah terbatas dari dulunya, dan cenderung setia. Pada Album ketiga enigma ini Le Roi Est Mort, Vive Le Roi! (1996) ia kembali menggebrak kembali dunia permusikan, kali ini M. Cretu bereksperimen dengan menggunakan lirik-lirik lagu yang lebih filosofis dan mengurangi penggunaan musik-musik etnik dalam musiknya. Penjualan album ini tidak sehebat dua album sebelumnya, tapi tetap saja bisa menghasilkan platinum di USA, Inggris dan Kanada. Menarikna, justru desain dari album inilah yang mendapat grammy atas penghargaan best recording package.

Di tahun 1999, Enigma kembali meluncurkan album bertitel “the Screen Behind The Mirror”. Kali ini Cretu lebih banyak menggunakan sample musik dari Carmina Burana gubahan Carl Orff. Album ini terjual jutaan kopi, tetapi tetap tidak bisa menyaingi kesuksesan album pertamanya. Walaupun begitu, selama satu dekade tersebut, Enigma berhasil membuktikan bahwa eksperimen-eksperimen musiknya berhasil mempertahankan kesuksesan di tengah maraknya musik pop. Perayaan kesuksesan selama satu dekade diabadikan dalam album kompilasi LoveSensualityDevotion.

Di abad 21, Enigma mengeluarkan album Voyageur, A Posteriori dan Seven Lives, Many Faces. Semuanya memiliki nuansa berbeda dengan album-albumnya yang di abad 20, kali ini lebih bernuansa elektronik, modern, trance dan ambient. Setiap album ini memiliki tema tertentu yang khas. Enigma selalu memberikan kejutan di setiap albumnya.

Enigma bagai Beegees yang mempopulerkan musik Disko di tahun 70’an, bedanya Enigma membangkitkan kembali jenis musik Ethno-electronic. Setelah Enigma terbukti sukses, pengaruh musiknya segera merangsang pertumbuhan group/musisi sejenis seperti Deep Forest, Delerium, Gregorian, Era, conjure One, Achillea (Jens Gad), Shiva In Exile, Phobos, Blue Stone, Amethystium, B-Tribe dan lain-lain.

Panjang umurlah kau Enigma, dan ciptakan kembali musik-musik bermutu bagi penggemarmu,,,

Info :
Di tahun 2007, Mickhael Cretu mengakhiri perkawinannya dengan Sandra setelah 20 tahun… Wow…!

Diskografi & Download

* 1990: MCMXC a.D.
* 1993: The Cross of Changes
* 1996: Le Roi Est Mort, Vive Le Roi!
* 2000: The Screen Behind the Mirror
* 2003: Voyageur
* 2006: A Posteriori
* 2008: Seven Lives, Many Faces

undefined

E.S. Posthumus

Pernahkan anda menyaksikan trailer-trailer  film aksi atau epik ? Pehatikanlah musik latar belakang yang mengiringinya, yang sangat berenergi dan menegangkan, suasana itulah yang ingin dibawakan oleh E.S. Posthumus. Grup musik ini meproduksi yang disebut dengan “cinematic  music”. Musik mereka diinspirasi oleh teori Phytagoras yang menyebutka bahwa “musik adalah harmonisasi dari hal-hal yang berlawanan; penyatuan elemen-elemen yang berperang.” E.S. berarti “Experimental Sounds” sedangkan “Posthumus” berarti “Semua hal yang telah berlalu”.

Grup ini berdiri tahun 2000, terdiri dari duo bersaudara Helmut Vonlichten dan Franz Vonlichten. Lahir dan besar di Los Angeles, mereka belajar piano dari ibu mereka. Setelah lulus, Franz bekerja di studio rekaman, sedangkan Helmut berkuliah dan lulus dari jurusan arkeologi.

Musik mereka telah digunakan oleh berbagai film dan studio TV. Dan hingga kini telah menghasilkan 4 album : Unearthed, Cartographer , dan  Cartographer (feat. Luna Sans), Makara (2010) serta 2 single: Posthumus Zone, and Unstoppable. Album Cartographer merupakan favorit saya, musik-musiknya cocok didengarkan dikala suasana sedih, dan setelah mendengarkan beberapa track semangat akan tumbuh kembali. E.S. Posthumus dapat saya katakan sebagai “Beethovennya” musik New Age.

Versi kedua dari album Cartographer adalah album yang menampilkan vokal Luna Sans dari album Cartographer. Kekuatan musik album ini lebih mantap lagi karena perpaduan kuat antara musik yang mengalun bagai ombak lautan dengan angin semilir yang dibawakan oleh Luna Sans. Album ini sangat indah.

Cobalah untuk mendengarkan lagu-lagu di semua album tersebut, dan anda akan menemukan petualangan yang luar biasa, anda bagai dibawa ke dalam suatu pertempuran laga. Penggunaan orkestra yang menggelegar, paduan suara  yang mencekam, ditambah  dentuman perkusi yang lembut, menghasilkan harmoni yang menyihir.

Info tambahan : Jenis musik ini mungkin tidak termasuk ke dalam jenis musik New Age, melainkan Epic, tetapi ini tetaplah pengalaman yang menyenangkan untuk menikmati musik E.S. Posthumus, cobalah album cartographer, dan nikmati petualangan musiknya… Oh ya, artis lain yang termasuk dalam genre ini adalah Globus “Epicon” dan Immediate Music.

Link Download :

Unearthed

Cartographer I

Cartographer II

Makara

E Nomine

Musisi jerman memang paling kreatif. Dari negara inilah banyak musisi handal muncul. Dalam bidang per-Gregorian-an, salah satu yang tampil cukup menggigit adalah band E Nomine yang berarti “Dalam Nama”.

Proyek E Nomine didirikan pada tahun 1999 oleh Christian Weller dan Friedrich “Fritz” Graner. Gaya musik mereka adalah musik tekno/trance yang dipadukan dengan nyanyian dan chant gregorian. Kadang mereka menggunakan vokal pria yang diperankan apik oleh Christian Brückner dan Rolf Schult.

Nuansa musik E Nomine adalah gelap dan berenergi. Coba simak tembang “Exitus” yang memadukan aroma Latin-Gregorian dengan nuansa kesedihan dan keputusasaan penyanyinya. E Nomine dapat membuat anda bergoyang sekaligus meratap dan mengerang walau anda tidak mengerti bahasa yang digunakannya. E Nomine kadang menggubah satu lagu dalam beberapa versi, lagu Pater Unster, contohnya digubah dalam bahasa Inggris, latin dan Spanyol. Album-albumnya antara lain :

1.    2004
o    Das Beste aus…Gottes Beitrag Tuefels Werk
o    Das Beste aus…Gottes Beitrag Tuefels Werk (Limited Edition)
2.    2003
o    Die Prophezeiung (Re-release)
o    Die Prophezeiung (Klassik Edition)
o    Die Prophezeiung
o    Das Testament (Bonus Disk)
3.    2002
o    Das Testament (Digitally Remastered)
o    Finsternis (Limited Edition)
o    Finsternis
4.    1999
o    Das Testament

Sejak tahun 2005, grup ini sudah tidak lagi produktif, banyak yang menyangka bahwa grup ini telah bubar, album mereka tidak lagi diproduksi, satu-satunya sisa dari grup adalah single “Heilig” yang terbit tahun 2008. Single ini tidak pernah dijual di toko dan hanya tersedia melalui toko online. Apabila anda penasaran, saya sarankan anda mengunduhnya dari situs2 yang menyediakannya secara gratis.Tapi Sssstt… info di atas adalah versi Wikipedia, tapi pada kenyataanya saya bisa mendapatkan album “Remixes (2005)” dan “Das Dunkle Element (2008)” yang ternyata hanyalah bootleg.

Link Download :

Das Dunkle Element

Das Beste aus…Gottes Beitrag Tuefels Werk

Die Prophezeiung

Die Prophezeiung Klassik Edition

Das Testament

Finsternis

Cardinals

Hampir serupa dengan band MISTIC dari Polandia, bedanya CARDINALS  terdiri dari 4 orang kardinal dan menggunakan bahasa Estonia. Nama negeri ini mungkin cukup asing namun Cardinals terbukti dapat mensejajarkan kemampuannya dengan Band-band Gregorian dari negeri lain. Produser band ini adalah Peeter Kaljuste dengan Priit Pajusaar & Glen Pilvre. Personilnya antara lain Cardinal Hannes, Cardinal Mati, Cardinal Raul, dan Cardinal Lemmo.

Tahun 2003 mereka menghasilkan album berjudul “Gregorian” nama ini identik dengan nama band garapan Frank Peterson. Selanjutnya album Cardinals bertitel “Gregorian II” dan “Gregorian III”  mereka ingin meniru Gregorian asli yang juga memiliki tradisi serupa dalam menamai albumnya. Lalu seperti Gregorian, mereka juga tidak menciptkan lagu sendiri melainkan seringkali menggarap ulang lagu-lagu pop yang telah ada, dalam hal ini mereka menggunakan bahasa Estonia.

Sebagai sampel Cobalah simak lagu “Vikerkaar” dan “Kaitseta” dari band ini, kedua menggambarkan versi unik Gregorian asal negeri Estonia

Solyma

Solyma berasal dari kata Ibrani yang berarti Damai. Proyek ini digarap oleh duo Alain Pewzner dan Patrick Leger. Mereka menghasilkan album berjudul SOLYMA dengan Hits andalan berjudul dan bertema seputar Solyma (Jerusalem). Album ini sangat unik, komposisi penyanyinya terdiri dari enam pria dan paduan suara yang beragam (termasuk di dalamnya delapan orang anak kecil) bernyanyi dalam empat bahasa Ibrani, Latin, Yunani dan Arab.  kombinasi apik ini dimuat dalam lagu “Solyma”. Satu tembang lainnya, Laila Leil bahkan murni berbahasa Arab. Saya yakin album inilah yang mengilhami album “Reborn” dari Era.

Nuansa Gregorian yang unik sangat santer karena dipadukan dengan dendang-dendang bergaya Arab, Ibrani dan Yunani. Penggabungan 4 budaya ini ternyata dapat menghasilkan harmoni yang indah, sesuai dengan pesan perdamaian yang ingin disampaikan album ini.

Track favorit saya,  “Terra Fidelis” (alam yang indah) dijamin akan membuat anda terpukau. lagu ini dibuka dengan nuansa pop yang didendangkan vokal pria, dan berujung kepada keadaan dramatis yang digambarkan oleh nuansa paduan suara berbahasa latin.

Mendengarkan Album ini serasa bertualang mengunjungi Jerusalem secara langsung.  Bertemu dengan 4 kebudayaan kuno yang unik, dan mengalami kemistisan daerah tersebut. Keunikan album ini hanya bisa ditandingi oleh album “Jerusalem” dari Jordie Savall.

Download Link

http://www.4shared.com/file/gKB0Xlj8/Solyma.html

Magna Canta

Magna Canta adalah group Gregorian yang akan disukai oleh anda  penggemar musik dengan irama beat yang kental. Dengan kata lain, ambillah musik-musik yang sering diperdengarkan di diskotik-diskotik, lalu padukan dengan gregorian chants, maka jadilah Magna Canta. Apabila Enigma meneruskan tradisi “Sadness”nya, maka Magna Canta adalah hasilnya.

Dengan melodi yang gelap dan menyihir, musik Magna canta akan melepaskan segala perasaan Stress anda. Ada dua album dari Magna Canta, yaitu Enchanted (Deep) Spirits dan Sanctuary. Album kedua menunjukan kedewasaan band ini, dan anda akan menemukan petualangan musik yang lebih misterius dan menyejukkan ke sisi dunia yang eksotis. Contohnya dalam track “Japan” Magna Canta menyanyikan lagu gregorian dalam bahasa jepang, sungguh suatu inovasi baru dalam dunia musik gregorian !

Info tambahan : Dalam album Mystic Legend, Magna Canta menggabungkan lagu2nya yang termuat dalam album Deep Spirits dengan karya2 yang tidak kalah unik dari musisi bernama Janus, yang hingga kini belum saya dapatkan keterangan mengenainya.

Download link

Enchanted Spirits

http://rapidshare.com/files/81271615/Magna_Canta_-_Enchanted_Spirits__2005_.rar

Sanctuary

http://rapidshare.com/files/199200033/Magna_Canta_-_Sanctuary__2005_.rar

Lesiem

Tidak seperti ERA dan beberapa band Gregorian lain, group band ini lebih serius dalam menggarap musik uniknya. Dengan komposer Alex Wende, diproduseri oleh Hennig Westland dan  Jäcki Reznicek, LESIEM asal Jerman mengabungkan alunan Gregorian dengan musik modern. Hapir serupa dengan Gregorian, Cuma LESIEM lebih sering menggunakan bahasa Latin dan mereka membuat lagunya sendiri. Dalam setiap albumnya, LESIEM meningkatkan eksperimen musiknya, mereka bahkan memasukan nuansa musik Afrika dalam beberapa gubahannya seperti “Indalo” dan “Afrika”.

Sejujurnya saya lebih menyukai musik LESIEM daripada Gregorian karena orisinalitasnya, cobalah nikmati album pertama “Mystic Spirit Voices (1999)”  dan anda akan menemukan nuansa beat yang kental, bisa dibilang bahwa dalam album pertama ini LESIEM masih mencari jati diri dalam eksperimen musiknya. Hits dari album ini adalah “Fundamentum” yang sangat berenergi dan mistik. Kekuatan Lesiem tidak hanya terlihat dari vokalnya melainkan pula dari Musiknya yang digarap dengan sangat kreatif…

Dalam album kedua “Chapter 2 (2000)” nuansanya berubah menjadi lebih Pop dan ambient,  uniknya, walau menggunakan bahasa latin, karya-karya Lesiem seringkali tidak berbau spiritual seperti yang disalahartikan beberapa pendengarnya, cobalah track “Roma” dan “Navigator” yang bertema sangat umum.

Album ketiga mereka, “Times (2002)” Lesiem menarik tema album ini dalam nuansa kemanusiaan dan romantisme (tetap saja dalam nuansa yang gelap dan sendu) Mereka juga mencoba memaksimalkan suara wanita yang dalam hal ini diperankan oleh Maggie Reilly dengan mantap. Bagi anda yang baru sakit hati, ada baiknya mencoba track “Envy” yang dijamin akan membakar jiwa anda. tembang-tembang lainnya tetap pada suasana mendayu-dayu, gelap dan kaku (khas musisi-musisi Jerman).

Download link :

Illumination :

http://rapidshare.com/files/387748153/AP463.Illumination__2003_.rar

Mystic Spirit Voices / chapter 2

http://rapidshare.com/files/387685052/39YT2.Mystic_Spirit_Voices_Chapter_2__2002_.rar

Auracle / Times

http://rapidshare.com/files/325581607/Lesiem_-_Auracle__128.rar

  • Tulisan terbaru, sehangat batagor yang baru digoreng

  • PENGUMUMAN!!! Blog ini tidak memiliki afiliasi dengan organisasi berikut

    Kelompok Teroris Sadness Liberation Army (SLA)

  • NEW PRODUCT!

    Sehat Kuat bagai Hansip!

  • Blog bebas iklan dan pornografi