Conjure One

Conjure One adalah proyek musik elektronik-ambient, yang dikepalai oleh Rhys Fulber (mantan personel delerium dan front line assembly). Gaya musik yang ia garap dalam hal ini mirip-mirip dengan Delerium, dengan merekrut vokalis-vokalis handal seperti Chemda, Poe dan Sinead O’Connor.  Sebelumnya, selama dua puluh tahun ia telah terliat dengan musik-musik elektronik. Sehingga dapat dikatakan bahwa musik telah menjadi bagian dari hidupnya.

Fulber lahir dan besar di Vancouver, Britthis Columbia, ia telah bermain dengan alat-alat musik sejak kecil. Darah musik mengalir dari ayahnya yang juga seorang musisi, dan di umur lima tahun, Fulber telah bermain Drum. Di umur sebelas, ia telah menjadi seorang anak  band punk rock, ia membeli studio rekaman Dead Kennedy dan mempelajari tata kerja sebuah studio. Di usia 14, ia mendapat hadiah dari ayahnya berupa peralatan drum elektronik dan keyboard dan ini menjadi pengenalan awalnya dengan musik elektronik.

Fulber bertemu dengan Bill Leeb (Delerium) dalam suatu toko pakaian, dan pertemuan ini menjadi pijakan bagi kolaborasi mereka dalam mencipta musik-musik elektronik dalam front Line Assembly (FLA). Disamping pengerjaan proyek tersebut, mereka selanjutnya merancang proyek Delerium yang ditujukan kepada penggemar mainstream (pop). Hits dari Delerium berjudul “Silence” yang melibatkan vokal Sarah McLachlan berhasil melejitkan karir Delerium melebihi bahkan FLA hingga puluhan remix telah dibuat terhadap tembang silence tersebut, efeknya Delerium berhasil mendapatkan penjualan Emas dan Platinum di berbagai negara.

Sepeninggal dari Delerium dan FLA, Fulber pun mencari suatu awal baru. Sejak tahun 1999, ia telah menjelajah berbagai sisi dunia selama 3 tahun hanya untuk menyerap semua jenis musik dunia (world musik) untuk menemukan suara elektronik yang menarik. Tetapi bagaimanapun, karena Fulber adalah seorang mantan personil Delerium, pengaruhnya terhadap musik Conjure One tidak dapat dielakkan. Akhirnya Ia membuktikan bahwa tanpa menggunakan nama Delerium pun ia dapat meraih sukses. Album pertama dari COnjure one dengan Hitsnya “Tears From the Moon” yang sempat dimainkan dalam serial “Bewitched” meraih kesuksesan besar, vokal dalam lagu ini diisi oleh Sinead O’Connor. Saran saya, anda harus juga mendengarkan tembang “Tears from the Moon” yang digarap oleh Lunascape, band asal Belgia yang tidak kalah Mantap ! Selamat menikmati,,,

Album dari Conjure One antara lain “Conjure One” dan “Extraordinary Ways”.

Download link :

Conjure One (selftitled)

Extraordinary Ways

I Dream in Colour (single)

Waterbone

“Saat Deep Forest menjelajah hutan-hutan rimba amazon, Waterbone menjelajah dataran tinggi Tibet dan misteri Mesir…”

Saat mendengarkan Waterbone untuk pertama kalinya, perlu waktu bagi saya untuk berpikir apakah ini Deep Forest, Enigma atau Delerium. Ketika itu track yang saya dengarkan dari pencarian asal di internet adalah “Hymn to Isis”. Hingga kemudian saya menyadari bahwa group yang menampilkannya bukanlah ketiganya melainkan “Waterbone”. Apabila kita amati, ada ciri khusus yang membedakan waterbone dengan band sejenis, yaitu penggarapan musiknya yang sangat kental  menampilkan unsur  etnik, alih-alih musik elektroniknya. Waterbone, berbeda dengan Delerium, tidak pernah menampilkan unsur bahasa Inggris dalam lagu-lagunya.

Waterbone,  adalah suatu band asal USA, tepatnya di Carolina Utara. Terdiri dari Jimmy Waldo, yang notabene adalah veteran musisi pop & rock yang cukup sukses. Karirnya sebagai musisi cukup sukses semenjak  remaja. Sepindahnya ke Boston di 1979, ia membentuk grup “New England”. Group ini sempat menemani tour-tour band raksasa seperti Kiss, Cheap trick, Heart,  dan lusinan lainnya. Tahun 1983, Waldo membentuk Group Alcatrazz, dengan Yngwie Malmsteen dan Graham Bonnet, mereka berhasil menggemparkan dunia musik rock progresif saat itu. Setelah itu ia banyak menulis musik untuk berbagai artis dan film.

Rekannya dalam Waterbone, D. Kendall Jones adalah komposer musik klasik dari Lousiana, lulusan jurusan musik dari Boston dan UCLA. Ia dikenal dalam permainan gitarnya yang luar biasa, yang menggabungkan struktur musi klasik dengan hentakan-hentakan gaya rock. Dalam bidang selain musik, Jones juga ahli dalam bidang desain dan seni rupa. Selama karirnya ia terlibat dalam berbagai proyek pembuatan musik untuk berbagai film, permainan komputer, dan iklan televisi.

Perpaduan kedua maestro musik inilah yang nantinya membentuk alunan musik yang menyihir seperti “Tantra”, “Waterchild” atau “Hymn to Isis”. Waterbone membawa anda ke dalam dimensi lain yang kental akan nuansa misteri dan mistik. Selamat menikmati karya ajaib ini.

Ada dua album dari waterbone, yaitu Tibet dan Orion Prophecy

Download link :

Tibet

Orion Propechy

Thomas Otten

Bagi anda pemilik album Inspirational Moments atau kompilasi New Age lainnya, pasti mengenal sang pemilik suara malaikat “Thomas Otten” melalui tembang hitsnya “Espiritu”. Tembang yang dapat menyentuh jiwa anda, membuai anda bagai rumput yang tertempa angin…

Thomas Otten, adalah seorang asli Prancis. Suara malaikatnya, konon, tidak seperti manusia normal, berasal dari kenyataan bahwa suaranya tidak berubah saat menginjak puberitas.

Ia dilatih musik klasik sejak kecil, mulai dari memainkan piano hingga menyanyi di paduan suara Gereja. Suaranya tidak mengalami perubahan walau ia telah mencapai kedewasaan, mempertahankan “High Contralto Range” atau “Counter-tenor”, itulah yang membuatnya sangat unik di antara para penyanyi di seluruh dunia. Ia menelantarkan karirnya sebagai seorang ahli biologi, meneken kontrak dengan sub perusahaan EMI, Higher Octave record, dan meluncurkan album pertamanya “Close to Silence” tahun 2000, yang komposisinya diatur oleh Frederic Momont. Lewat album inilah hits “Espiritu” mendapat pengenalan luas.

Album keduanya, “Portraits” diluncurkan tahun 2003, anda masih bisa menikmati tembang “Samsara” yang tidak kalah menarik dibandingkan “Espiritu” di album ini. Album ketiga “Open Wings” terbit tahun 2007, merupakan kompilasi dari dua album sebelumnya, setelah itu tidak ada album baru lagi dari Thomas Otten yang diproduksi. Hal ini sungguh disayangkan, mengingat bakatnya yang sangat unik dan  jarang di dunia musik.

Percayalah bahwa album dari Otten ini akan membawa anda ke dimensi lain secara lembut dan dingin, saya sangat menganjurkannya kepada anda.

Download link :

Close to Silence

Portraits

Secret Garden

Seperti halnya Deep Forest, Group Secret Garden terdiri dari dua orang, pasangan Rolf Lovland dengan Fionnuala Sherry. Rolf lahir di Kristiansand, selatan Norwegia. Sejak kecil, bakat musiknya sudah mulai terlihat, ia kemudian mengambil jurusan musik hingga mendapat gelar master dari Norwegian Institute of Music di Oslo.

Sebelum mendirikan Secret Garden,  Rolf telah berkali-kali mendapat penghargaan musik di Norwegia. Sekitar 60 hits telah ia tempatkan di jajaran musik nasional. Ia juga dua kali menjuarai final Eurovision Song Contest, yaitu di tahun 1985 “La Det Swinge” dan tahun 1995 melalui hits Secret Garden “Nocturne”.

Pendirian “secret garden” memberikan keluasaan yang besar bagi Rolf untuk berkreasi dalam menciptakan musik, serta mendapatkan perhatian luar biasa dari penggemar musik se-dunia. Dalam group ini, Rolf berperan sebagai produser dan pemain piano/keyboard.

Fionnuala Sherry besar dan bersekolah di daerah Naas, Kildare. Sejak umur delapan tahun ia telah belajar memainkan biola, dan di umur 15 ia melanjutkan ke Dublin untuk mempelajari musik. Setelah lulus, ia menjadi anggota  RTE Concert Orchestra selama sepuluh tahun.

Prestasi terbesarnya adalah saat berhasil memenangkan ajang Eurovision tahun 1995 dengan “Nocturne”, sebuah karya yang sangat membuai bagi orang yang bahkan baru pertama kali mendengar sekalipun. Bagi tembang yang lebih kental nuansa instrumentalnya ini, memenangkan suatu ajang kontes lagu Eropa merupakan suatu gebrakan besar.

Kesuksesan di Eurovision merangsang mereka untuk menghasilkan album pertama Secret Garden “Song from a Secret Garden”. Ini juga merupakan suatu tonggak sejarah dimana musisi Norwegia berhasil menembus pasar musik dunia. Penghargaan-penghargaan berhasil mereka rain, termasuk Platinum di Norwegia dan Korea, Emas di Irlandia, Hong Kong, Korea dan Selandia baru. Serta mendiami peringkat Billboard New Age charts di Amerika selama 2 tahun.

Kecelakaan yang hampir menamatkan karir SG terjadi saat fionnuala terjatuh dari tangga dan mengalami patah tulang di bahunya. Ini adalah suatu kiamat bagi pemain biola, namun berkat semangat yang tinggi, dan terapi pengobatan yang canggih, ia dapat normal kembali. Selanjutnya SG pun mereka album kedua mereka “White Stones”.

White Stones mendapat antusiasme yang tidak kalah dari album pertama. Ia turut meempati Billboard selama dua tahun. Tema album ini masih tidak berubah dari album pertama, kecuali komposisi musikya lebih disesuaikan dengan konsep pertunjukan langsung.

Tahun 1998, SG mendapat permintaan khusus dari Barbra Streisand untuk bisa menyanyikan lagu “Heartstrings” dalam pernikahannya. Barbra juga kemudian menjadikan lagu ini sebagai hitsnya. Setahun kemudian, SG eluncurkan album ketiga “Dawn of a New Century” serta sebuah konser yang diadakan di Lillehammer, Norwegia berjudul “A Night with Secret Garden”. Konser ini juga tersedia dalam bentuk DVD.

Dalam album ketiga ini, terlihat peningkatan kreasi SG, terdapat 3 nomor vokal dalam album ini, dua lagu diperankan oleh Fionnuala, dan tembang “Prayer” oleh Karen Matheson. Tembang penutup album ini, “Dawn of A New Century” seakan-akan menjadi lagu yang menyajikan energi bagi penyambutan millenium baru. Lagu ini dipertunjukkan dalam pemberian anugrah nobel tahun 2000, dan disiarkan ke seluruh dunia. Di tahun ini pula rangkaian konser di seluruh dunia dilakukan oleh Secret Garden.

Tahun 2001 SC menulis dan meluncurkan album ‘Once in a Red Moon”. Di album inilah tembang “you Raise me Up” diperkenalkan oleh Secret Garden melalui vokal Brian Kennedy. Banyak yang tidak tahu bahwa lagu ini pertama kali pebawakan oleh Secret Garden karena popularitas lagu ini sangat mencuat saat dibawakan oleh Josh Groban.  “You Raise me Up” telah direkam lebih dari 40 versi oleh berbagai artis, mulai dari bangsa Spanyol, Italia hingga Persia.

Pada tahun 2005 mereka mengeluarkan album “Earthsongs” dengan nuansa yang hampir sama dengan album sebelumnya. Dan pada 2008, untuk memberikan sedikit variasi pada karya2nya, Secret Garden meluncurkan album “Inside I’m singing” yang berisikan total lagu-lagu gubahan Secret Garden. Hmmm,,, anda harus mencoba track “Thank You” liriknya sangat mantap.

Diskografi & Download link :

Songs From a Secret Garden (1996)
White Stones (1997)
Dawn of a New Century (1999)
Dreamcatcher (album) (2001)
Once in a Red Moon (2002)
Dreamcatcher: Best of (2004, Australia)
Earthsongs (2005)
Inside I’m Singing (2007)

Deep Forest

Deep Forest merupakan proyek duo musisi Michel Sanchez dan Eric Mouquet dari Prancis. Ya, jarang sekali ada musisi/group New Age dari Prancis, dan sekalinya ada, group ini mampu membuktikan keunggulan kreasinya di dunia musik. Sebenarnya aliran musik mereka dapat disebut sebagai etnik elektronik, yaitu aliran yang menggabungkan nuansa etnik dengan suara elektronik (beat atau chillout), namun apa bedanya dengan musik New Age pada umumnya ?Album-album yang mereka keluarkan selalu berbuah kesuksesan. Tahun 1993 mereka berhasil memenangkan Grammy untuk penghargaan “Best world Music” dari album “Deep Forest”. Tahun 1996 mereka kembali memasuki nominasi Grammy lewat album “Boheme”. Mereka juga menjadi group musik New Age tersukses tahun 1995 dengan mencetak hampir 10 juta kopi.

Eksperimen New Age dimulai ketika Michel Sanchez memiliki ide untuk menggabungkan chant suku Baka Pygmi dengan musik modern. Dibantu dengan Eric Mouquet, mereka pun menciptakan proyek Deep Forest ini. Sebenarnya ide penggabungan etnik dan modern ini tidak orisinil karena Enigma sudah terlebih dahulu memproduksinya, tapi tetap saja, Deep Forest membuktikan bahwa musik yang dihasilkannya memiliki senyawa yang berbeda dari Enigma. Dalam Deep Forest, nuansa etnik ini begitu kental, bagai membawa anda menuju (seperti nama group mereka) hutan dalam. Menemui lingkungan yang sama sekali baru dan asing, suku-suku eksotis, dan kemegahan alam. Melalui salah satu hitsnya “Sweet Lulaby” yang mereka adopsi dari lagu tradisional kepualauan Solomon,  mereka berhasil memasuki peta permusikan dunia (UK Top Ten).

Di album kedua “Boheme” (salah satu favorit saya), Eric dan Michel kembali bereksperimen kali ini dengan menjelajah keunikan Eropa timur, mengambil sampel-sampel musik dari bangsa Hungaria dan kaum Gypsi, dengan nuansa sendu yang memukau. Untuk pembuatan album ini, Deep Forest hingga harus mengimpor penyanyi Marta Sebestyen dan Katalin Szvorak ke studionya di Prancis. Album ini terjual satu juta kopi, nampaknya anda patut memiliki album ini.

Album ketiga, “Comparsa” kembali menuai kejutan baru, kali ini Deep Forest mengambil nuansa yang lebih meriah dari album sebelumnya, dengan menggunakan chant-chant berbahasa spanyol khas amerika latin. Dalam pembuatan album  ini, Michel dan Eric hingga harus mereka musik-musik jalanan di Kuba dan menemui musisi-musisi di Madagaskar. Mereka juga memperkenalkan duet penyanyi Syria dan Spanyol, Abed Azrei dan Ana Torroja. Setelah ini mereka mengadakan pertunjukan live di Jepang dan menghasilkan album “made in Japan”.

Di tahun 2000, mereka kembali menelurkan album “Pacifique” yang kental akan nuansa pasifik dan kepualauan Haiti dan tentunya dibumbui oleh musik elektronik. Proyek ini sebenarnya lebih ditujukan untuk pembuatan soudtrack bagi film Prince du la Pacifique yang disutradarai oleh  Alain Corneau. Album terakhir ini kurang mendapat perhatian, namun Deep forest kemudia membuktikan keunggulan mereka lagi melalui peluncuran album mereka yang kelima bertitel “Music Detected”, yang lebih bernuansa oriental, salah satu yang dilibatkan dalam album ini adalah, yang tentunya kita kenal, Anggun C Sasmi dalam lagu “Deep Blue Sea”. Dalam album ini, terlihat pergantian gaya musik Deep Forest, dari tadinya yang lebih bernuansa “trance” menjadi lebih “rock”. Di album inilah suara gitar listrik dan hentakan drum mulai diperdengarkan oleh Deep Forest, contohnya pada tembang “India”.

“Nikmati Deep Forest, masuklah ke dunia Deep Forest, menari dan menangislah bersama Deep Forest”

Diskografi dan Download link :

* 1992 – Deep Forest (3 juta kopi terjual)
* 1994 – World Mix (re-release dari album 1992)
* 1995 – Boheme (4 Juta album terjual)
* 1998 – Comparsa (Lebih dari 1 juta terjual)
* 1999 – Made in Japan (live album) (150 000 kopi terjual)
* 2000 – Pacifique
* 2002 – Music Detected
* 2002 – “Malo Korrigan” theme song
* 2004 – Essence of the Forest
* 2004 – Kusa No Ran (hanya terbit di Jepang) – pass :  mt1123
* 2008 – Deep Brasil

undefined

mtl123

Shiva in Exile

Penikmat Enigma, Deep Forest, Delerium atau Waterbone, harus mencicipi karya-karya Shiva In Exile. Group ini benar-benar mampu untuk menyihir dan menghipnotis anda, dengan chant-chant dan hentakan-hentakan yang diramu dengan sangat indah dan melankolis.

Berdasarkan situs resminya, musik SIE dapat dikategorikan dalam kelompok New Age, Oriental atau gothik. Komposer SIE adalah Stefan Hertrich yang sebelumnya dikenal lewat karya-karyanya yang berupa soundtrak game PC. Stefan juga pernah menghasilkan album2 dengan nama Darkseed, Betray My Secrets, SpiRitual (Jerman), Sculpture (Jerman). Dalam berbagai proyeknya, Stefen berperan sebagai pemain synthesizer, perkusi, dan programming.

Album pertama SIE,  “Ethnic” adalah album yang sangat indah dan misterius, berbagai nuansa oriental mulai dari Arab hingga melayu dipadukan di sini. Pembuka album ini, track “Caravane” akan langsung membuat bulu kuduk anda merinding, selanjutnya anda akan dibawa menjelajahi dunia musik yang sangat eksotis dan gelap. Dalam track “Nightbeat” anda dapat menemukan vokal berbahasa Indonesia yang sangat indah. Tidak aneh apabila album ini mendapat penghargaan Just Plain Folks Music sebagai “Best New Age/World album 2004”. Album ini adalah salah satu album New Age yang menurut saya paling mantap !

Setelah vakum selama 5 tahun, SIE meluncurkan album “Nour” yang berarti cahaya dalam bahasa Arab, album ini tidak kalah uniknya dari album pertama, yaitu tetap menggabungkan unsur musik modern/elektronik dengan unsur oriental (Indian, timur dekat, Afrika, hingga Asia). Penampilal vokal Yana Veva (Rusia) turut menambah suasana mistik album ini, yang juga mengundang pendengarnya dalam dunia musik spiritual yang hangat dan penuh energi.

Track “Viva La Revolucion”, “We’re All One” dan “He’neya”  digubah dalam suasana perang Israel dan Lebanon, dimana sang vokalis turut terlibat dalam aksi protes menentang peperangan. Dalam  track “Anubis” pikiran kita akan dibawa menuju kemegahan kuil-kuil Mesir, selanjutnya petualangan spiritual kita dilanjutkan dalam track “Desert of Yunus” dan “Blue Healing”. “Nour” juga memasukan bonus track “Bullet” yang menampilkan penyanyi Hanine Hannousch dari Beirut/Lebanon yang menulis puisi dengan judul yang sama dalam suasana pemboman Beirut oleh Israel (2006).

There are songs to make you dance, to make you cry, to have you stand up and scream to the skies…”

Download link

Ethnic

Nour


Delerium

Band ini berasal dari Vancouver, British Columbia, Kanada. Didirikan tahun 1987, pada mulanya hanya sebagai proyek sampingan dari pengembangan musik industrila, Frontline Assembly. Delerium pada dasarnya terdiri dari dua orang, namun  anggota tetap ang bertahan sepanjang sejarah Delerium hanyalah Bill Leeb. Pada awalnya beliau bekerja dengan Mickhael Balch, namun digantikan oleh Rhys Fulber, yang kemudian turut mempengaruhi alur musik Delerium. Dari elektronik ambient gelap menjadi musik yang lebih bisa membuat orang bergoyang (trance).

Perekrutan Sarah McLachlan dalam album “Karma” dalam tembang “Silence” meningkatkan tingkap popularitas mereka dan merangsang pembuatan remix dari tembang tersebut. Setelah pembuatan Karma, Rhys Fulber meninggalkan team, dan membuat Bill Leeb merekrut Chris Peterson untuk mengarap album “Poem” (2003). Namun kemudian, Leeb dan Fulber bergabung lagi untuk menggarap kedua album terakhir mereka, Chimera dan Nuages Du Monde. (last.fm)

Mendalami musik Delerium bagaikan memasuki dunia baru, dunia gelap yang dibayang-bayangi oleh suara mendau-dayu dari para wanita, yang membuat anda melayang. Dalam album “Poem”, penggunaan chant-chant Gregorian seakan-akan menambah nuansa gelap dari Delerium. Pembuka album ini, “Terra Firma” akan menyihir anda, menculik anda ke dalam sebuah kuil di antah berantah, dengan chant-chant dingin yang menghantui, dan hentakan musik elektronik yang menyegarkan jiwa anda. Suasana sepi, dingin dan sendu akan kembali anda dapatkan dalam tembang “Myth” dengan chant Gregorian dan alunan orkestra yang menusuk hati, ditambah vokal Joanna Stevens yang memukau telinga.

Album Chimera adalah suatu album yang memukau. Track “Fallen” dan ‘Touched” merupakan favorit saya. Vokal pada lagu pertama diisi oleh Rani (ups, nama mantan nih..!) dan track kedua diisi oleh Rachel Fuller. saya jamin anda akan langsung menyukai kedua tembang tersebut bahkan ketika pertama kali mendengar, begitu dingin, membuai dan dalam. Lirik lagu pertama, yang sangat indah digubah oleh Bill Leeb dan Jamie Muhoberac sedangkan pada tembang kedua digubah oleh Joanne Youle. Tentunya masih banyak lagi track yang menarik, Beberapa vokal wanita pada track lain bahkan diisi oleh Leigh Nash yang notabene adalah vokalis pada Sixpence None the Richer. Saya yakin anda akan menyukai album chimera ini karena Delerium seakan-akan “meringankan” kualitas unsur “New Age”nya agar bisa dicerna oleh lebih banyak telinga, istilah lainnya adalah berusaha untuk sedikit membawa musiknya ke arah “Streamline”, yang kadang disayangkan oleh beberapa penggemarnya.

Album terakhir group ini, Nuages Du Monde yang berarti “Awan di atas dunia” patut pula mendapat perhatian. Suasana yang ingin dibawa Delerium hampir sama dengan album sebelumnya. Hits yang cukup terkenal dari album ini adalah “Angelicus” dari Isabel Bayrakdarian (Armenia). Namun sayang, Banyak kritik menyebutkan bahwa kualitas album ini tidak sebaik tiga album sebelumnya, dan saya pun setuju terhadap kritik tersebut. Beberapa track dalam album ini, tetaplah layak mendapat apresiasi seperti “Tectonic Shift” yang membawa anda ke dalam suasana masa depan, dimana dunia telah hampa oleh manusia dan lebih banyak diisi oleh mesin2.

Delerium sangat cemerlang dalam merekrut penyanyi yang akan terlibat dalam proyek mereka, berikut adalah daftar artis yang pernah bekerja sama dengan Delerium :

* Camille Henderson

Karma: “Duende”

* Emily Haines

Chimera: “Stopwatch Hearts”
Co-founder and singer/keyboardist of Toronto-based electronic band Metric.

* Isabel Bayrakdarian

Nuages Du Monde : “Angelicus”, “Lumenis”

* Jacqui Hunt

Karma: “Euphoria (Firefly)”
Lead vocalist from Single Gun Theory.

* Jaël

Chimera: “After All”
Nuages Du Monde: “Lost and Found”
Of Swiss band Lunik.

* Jenifer McLaren

Poem: “Fallen Icons”, “Nature’s Kingdom II”
Canadian-born pop artist. This was her debut with Nettwerk.

* Joanna Stevens

Poem: “Myth”, “A Poem for Byzantium”
One half of Solar Twins, an electronica group based in Los Angeles; originally from the UK.

* Julee Cruise

Chimera: “Magic”
worked with Angelo Badalamenti, David Lynch, and Moby.

* Kiran Ahluwalia

Nuages du Monde: “Indoctrination”

* Kirsty Hawkshaw

Poem: “Nature’s Kingdom”, “Inner Sanctum”
Nuages Du Monde: “Fleeting Instant”
Singer for a number of bands including Opus III, Sleepthief, Pulusha, BT, Tiesto, and Mr. Sam. personal website.

* Kristy Thirsk

Chimera: “Returning”
Nuages Du Monde: “Self-Saboteur” (spelled “Self-Sabateur” on some releases)
Karma: “Enchanted”, “Wisdom”, “‘Til the End of Time”, “Heaven’s Earth”, “Lamentation”
Semantic Spaces: “Flowers become Screens”, “Incantation”, “Flatlands”
Kristy also has a solo career and has sung for Sleepthief, Balligomingo, Front Line Assembly, D:Fuse & Mike Hiratzka, and Rose Chronicles.

* Leigh Nash

Poem: “Innocente”
Chimera: “Run For It”, “Orbit Of Me”
Lead singer of Sixpence None the Richer.

* Margaret Far

Chimera: “Just A Dream”

* Matthew Sweet

Poem: “Daylight”
One part of The Thorns; also has a solo pop career.

* Mediæval Bæbes, The

Poem: “Aria”
Nuages Du Monde: “Sister Sojourn Ghost”, “Extollere”
A group of young women who sing Mediæval style songs in Latin, etc.

* Nerina Pallot

Chimera: “Truly”
Nerina has two albums, Dear Frustrated Superstar and Fires.

* Rachel Fuller

Chimera: “Touched”
Rachel has worked with Pete Townshend (of The Who, who also provides guitars on Touched) and she uses orchestras in her music.

* Rani Kamal (aka Rani Kamalesvaran)

Poem: “Underwater”
Chimera: “Fallen”
Rani has also worked with Conjure One (Rhys Fulber’s project).

* Sarah McLachlan

Karma: “Silence”
Sarah is an internationally renowned Canadian singer and songwriter.

* Sultana (aka Songul Akturk)

Chimera: “Forever After”
Sultana is a rapper from Turkey.

* Zoë Johnston

Chimera: “Love”
Nuages Du Monde: “The Way you want it to be”
Zoë is a member of Faithless and previously worked with Bent.

Album-album Delerium antara lain (tidak termasuk single) :
**Download link**

•    Faces, Forms & Illusions (Dossier, 1989), LP / CD
•    Morpheus (Dossier, 1989), LP / CD
•    Syrophenikan (Dossier, 1990), LP / CD
•    Stone Tower (Dossier, 1991), LP / CD
•    Euphoric (Third Mind, 1991), EP / CD
•    Spiritual Archives (Dossier, 1991), CD
•    Spheres (Dossier, 1994), CD
•    Spheres 2 (Dossier, 1994), CD
•    Semantic Spaces (Nettwerk, 1994), CD
•    Karma (Nettwerk, 1997), CD
•    Poem (Nettwerk, 2000), LP / CD
•    Chimera (Nettwerk, 2003), CD
•    Nuages du Monde (Nettwerk, 2006), CD (October 3)
  • Tulisan terbaru, sehangat batagor yang baru digoreng

  • PENGUMUMAN!!! Blog ini tidak memiliki afiliasi dengan organisasi berikut

    Kelompok Teroris Sadness Liberation Army (SLA)

  • NEW PRODUCT!

    Sehat Kuat bagai Hansip!

  • Blog bebas iklan dan pornografi