Asmara di bulan Juli

…berat…

“Harus berapa lama lagi ku harus menunggumu berfikir ?…

Semua waktu yang terbuang itu harus berakhir dengan kebiruan

Kau telah melakukan yang terbaik, ku yakin,,,

Tapi kau terus mengecewakanku…

Kau terus meminta waktu,

Tapi waktuku tidak banyak,,,

Apakah salahku karena ku tidak layak merawatmu ?

Demi Tuhan,

Andai ku punya daya,

Harus kurelakan dirimu untuk pergi,,,

…Komputer GuobbllooG !!!…

 

Once Upon a Time in Sumur Bandung…

Senang sekali kemaren sebenernya berkesempatan untuk gabung sama acara Aleut! “Cerita Nostalgia Masa Kecil” di saung indahnya sang Ibu Negara Aleut, Icha Kusumawardhani (Maaf kalo namanya salah… He..). Tapi sayang sekali di H-1, tiba2 ada panggilan mendadak dari Bos buat nyiapin rapat Nasdem, jadinya terpaksa kehilangan kesempatan untuk gabung di acara Aleut yang sudah saya tunggu2 sejak kecil itu…

Tapi rasa kehilangan ini terbalaskan dengan tulisan2 yang dibikin para peserta ngariung tersebut, mulai dari kisah masa kecilnya Ajay (ternyata Ajay punya masa kecil juga…) sampe kisah Lika dan Pia yang mandi bersama (walaupun sebenarnya sama sekali tidak menarik…) Hahaha… Tapi itulah yang namanya masa kecil, saat dimana kita menyerap segala informasi sekitar lingkungan kita, mencoba-coba hal baru, yang seringkali berbuah kekonyolan…

Untuk sedikit berbagi aja karena kemaren gak ikutan cerita (semoga ini juga ada yang mau baca…), sebenarnya saya udah mulai kehilangan memori seputar pengalaman masa kecil, tapi saya paksa biar inget aja deh, terutama hal-hal seputar lingkungan Sumur Bandung karena saya tinggal di sana.

Mbah Putra dan Mbah Putri.. hehe

Rumah di Sumur Bandung 4 merupakan rumah peninggalan Kakek-Nenek (pasangan Windoedipoero) yang sayangnya saya hanya sempat bertemu sang Nenek.  Sejak dulu rumah ini digunakan sebagai Rumah Kost, sehingga berbagai mahasiswa yang pernah ngekost saking lamanya sudah kami anggap keluarga (dulu anak ITB kuliahnya lamaaa…). Salah satunya adalah mahasiswa Jepang yang namanya Okabe. Dulu dia ngekost di kamar saya ini. Mukanya lupa, tapi yang pasti putih dan sipit… Tinggal dekat ITB memang menjadi berkah tersendiri, tapi menurut penuturan si Mamah, saat peristiwa Malari, rumah ini pernah menjadi Base Campnya ABRI yang mengepung ITB saat itu. Alhasil beberapa butir peluru dan perlengkapan ABRI banyak yang tertinggal di rumah paska kejadian itu.. hehe

Nah, di lingkungan Sumur Bandung ini, saya sangat sedikit memiliki teman sepergaulan, pastinya sama Kakak atau sama sepupu perempuan yang kebetulan tinggal satu rumah. Paling banter juga main sama Mas Doel, seorang Indo yang rumahnya di Konsulat Belanda di Dayang Sumbi, atau anak Pastor Bule yang rumahnya di sebelah SSC sekarang.

Saat itu memang masih ada beberapa orang Bule yang tinggal di daerah Dago. Pengalaman main sama Mas Doel ini yang paling saya inget, dialah yang pertama kali mengajarkan kata-kata kasar dalam bahasa Sunda ke saya, sehingga di rumah saya didamprat sama si Mbah Putri… Dasar Bule sesat ! Mas Doel ini biarpun agamanya Kristen tapi hafal surat Alfatihah, kadang2 juga menyumpah “Alhamdulilah” atau “Astaghfirullah”, entah siapa yang ngajarin, mungkin pembantunya. Nah Di Rumah Mas Doel ini ada sebuah tengkorak, yang tidak lain adalah tengkorak neneknya. Ternyata orang Belanda itu selain sering mengkremasi jenazah, juga sering menyimpan kenang-kenangan dari bagian tubuh keluarganya. Tapi buat nyimpen tengkorak di tengah ruang keluarga, saya pikir agak weird juga…

Sekarang mas Doel entah kemana, tapi terakhir kali saya berkunjung ke rumahnya dua tahun lalu (“ke luar negeri”, karena ini kawasan konsulat Belanda), sang penunggu rumah bilang kalo Mas Doel dan keluarganya sekarang tinggal di Jakarta walau kadang mampir juga ke rumahnya… Selain Mas Doel ini juga ada anak Pastor Bule yang tinggal di sebelah SSC tadi, cewek, rambutnya pirang dan usianya lebih muda beberapa tahun dari saya, cengeng, ngomongny bahasa Belanda campur, jadi saya agak males main sama itu anak… Tahun 90’an mereka sekeluarga pindah ke negeri Belanda, setelah itu tidak ada kabar lagi…

Bareng Kakak dan Mas Doel, saya juga sering main Layangan. Saat itu musuh kita adalah anak-anak dari daerah Cisitu atau Simpang Dago. Indah sekali langit Dago yang penuh dengan layangan saat itu. Tapi kami paling males buat ngejar layangan, soalnya kami cuma bertiga sedangkan anak2 dari daerah Cisitu atau Simpang bisa sepuluh orang lebih,,, Untungnya hampir beberapa hari sekali pasati ada aja layangan yang jatoh di rumah. Kalo udah kayak gitu, anak2 Cisitu dan Simpang itu cuma bisa ngedumel di depan pager rumah, sambil berharap saya mau ngasih layangan itu ke mereka, tapi Hell No !! Hahaha…

Suasana Permainan Gamelan di Rumah..

Dulu kawasan Sumur Bandung ini masih sepi, beberapa orang malah menganggapnya angker. Mungkin gak keitung berapa kali anak Kost atau Bapak saya nemuin mahkluk halus. Jalan Sumur Bandung yang dua arah waktu itu masih sesekali dilewati kendaraan. Suasananya “keeung”, Maklum dulu di tengah rumah juga masih ada pohon rambutan, terus di depan rumah ada pohon Jambu Air yang jadi langganan maling anak kampung, ada juga pohon lengkeng. Suatu kali Monyet dari Kebon Binatang lepas dan kabur ke pohon rambutan yang ada di tengah rumah saya itu, Kakak saya termasuk salah satu korban yang terkena cakaran sang Monyet, hingga terpaksa kami langsung membawanya ke Rumah Sakit untuk dijahit dan disuntik tetanus. Sang Monyet akhirnya berhasil ditangkap orang-orang Kebon Binatang…

Kawasan Sabuga dulunya merupakan pesawahan. Saya sempat mengalami pemburuan belut di sana, tapi sejak seringkali membawa oleh-oleh Lintah di kaki, saya jadi males main ke sana. Saat Sabuga berdiri, saya baru sadar bahwa saya kehilangan tempat bermain alami satu-satunya di kawasan Dago.

Damn!, masa kecil ternyata sangat Indah, sayangnya saya dulu tidak menganggap cukup penting untuk bernostalgia tentang keadaan masa tersebut. Baru sejak Aleut menggagas kegiatan kemarin, saya jadi kepikiran lagi tentang pengalaman masa lalu…. Ternyata perubahan selama ini jomplang sekali. Tidak ada lagi pohon buah2an di rumah (kecuali mangga yang tidak pernah berbuah), tidak ada layangan menghiasi langit Dago, tidak ada lagi penampakan mahkluk halus, tidak ada lagi orang Bule di sekitar rumah, tidak ada lagi Sawah di Lebak Gede, tidak ada lagi suara2 burung atau tonggeret, tidak ada lagi gerombolan anak2 nakal pencuri buah, gak ada lagi Kabut, Jalan depan rumah juga berisiknya 24 Jam, tidak ada lagi laporan khusus kegiatan presiden Soeharto, lomba klopencapir dll… Tapi saya bersyukur pernah mengalami semua itu…

Nb : Kalo ada anggota keluarga yang baca dan mau merevisi untuk menambahkan, sy menyambut baik sekali.. hoho..

Foto keluarga besar, tapi sy boro2 lahir, niat aja belon…

How to make a burger from woods and stones…

Part I.

Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Buku itu mengatakan bahwa seringkali alasan ketertarikan seseorang adalah ketika ia menemukan sesuatu yang tidak dimiliki dirinya pada orang lain. Mari katakan contohnya seseorang selayaknya diriku, yang tenggelam dalam dunia konservatif, birokratis, formal, dan pesimis, dihadapkan pada seseorang yang berbalut kebebasan, pemberontakan, liar dan periang sepertimu. Well, Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Secara logika, tidak ada yang bisa diharapkan dari hubungan semacam ini. Tapi logika bukanlah acuan segalanya. Logika tidak layak untuk disembah. Tidak ada logika yang sempurna. Di luar sana, yang berlaku adalah logika sang Pencipta. Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Kita bertemu di tengah makam, simbol ketidakabadian, simbol ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi hukum. Aku harap perpisahan kita akan berada di lokasi yang sama. Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Adakah yang mengerti dirimu selain yang menciptakan kita berdua ? Dirimu mengalami masa lalu yang sangat buruk namun kau semua berhasil melewati semua  itu. Suatu saat, bukan sekarang, kau akan berkata ,”ooo, ternyata seperti itu…”. Ada alasan mengapa malam kelam mendahului siang yang terang.  Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Kau mengetahui hal-hal yang tidak diketahui semua orang. Kau membaca apa yang tidak terbaca mata biasa. Kau bertanya mengapa orang lain tidak memiliki kemampuan yang sama ? Well, kamu tidak akan seistimewa ini apabila banyak orang yang memiliki kemampuan sepertimu. Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Suatu hari aku mengirimu SMS “Duh, uang sy ilang 10rb nih, huhu…” dan kau membalas “kudu banyak beramal tuh”. Kau benar sekali. Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Damn u so beautiful…

Suatu hari kamu bertanya, apakah aku akan bersedih ketika tidak lagi ada. Kau tahu jawabannya. Tapi yang pasti, aku akan sangat bersyukur karena pernah dipertemukan denganmu…

Part II.

Ranting, Daun, Angin

Aku, Ranting yang kering, kecil dan rapuh ini dengan segala kepayahan berusaha menahan kepergian daun yang ditempa angin kencang dari segala arah. Tapi bertahanlah wahai daun, kau akan lebih cepat mati mengering di luar sana ketika kau terlepas dariku. Apabila kuikut terbang bersamamu melepas batang, kita berdua akan mati pula. Bertahanlah pada pohon ini walau ia hanya bisa memberimu sedikit energi. Bertahanlah padaku. Hiduplah dan hijaulah selamanya.


MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Segenap Pengurus dan Pengelola

BLOG SADNESSSYSTEM

Mengucapkan :

Mohon Maaf Lahir Bathin

Apabila selama ini ada kata2 dan tingkah laku

yang kurang berkenan di hati anda.

I Love u… So what ?

Seorang siswa SMA menghampiri seorang siswi cantik di kantin. Dengan gugup, berkatalah ia, “…Ehem, Dian.. Sebenarnya sejak pertama bertemu, kamu selalu ada di pikiranku. I think im in love with you…”.

Si siswi cantik tampak terkejut, namun ia segera menjawab, “Oke, so what kalo kamu suka sama aku ?…”.

“Hmm… Maukan kamu jadi pacarku ?…” ujar sang siswa.

“Oke boleh aja aku jadi pacar kamu, tapi apa untungnya buat aku ?…”

…Si Siswa berpikir keras, lalu menjawab,”…Ya kita bisa saling berbagi satu sama lain, hmm… saling perhatian juga…”

“…Memangnya apa yang bisa kita bagi setelah pacaran  ?”

“Ya… Apapun, kalo ada masalah kamu bisa berbagi sama aku, terus aku juga bisa ngejaga kamu…”

“Hmmm, jadi sejak pertama ketemu denganku, kamu merasa yakin bahwa kamulah orang yang tepat untuk mendapatkan sebagian masalahku, lalu bisa memberikan perhatian kepadaku dan menjagaku ?”

“Hmm.. iya”

“Apakah aku tampak seperti seseorang yang bermasalah, kurang perhatian dan lemah di hadapmu ?”

“Tidak…”

“Lalu mengapa kamu berpikir bahwa aku membutuhkan kamu ?”

“…”  Sang siswa terdiam, mengurutkan kening, lalu berkata ,”Jadi intinya kamu gak mau jadi pacarku ?…”


“Sebenarya mau saja, tapi untuk apa ?…”Ujar sang siswi sambil melenggang meninggalkan sang siswa yang berdiri kebingungan.


“Hmm,, iya juga, untuk apa ya?…” Gumam sang siswa.




Sayap Bidadari

Adakah yang lebih tidak beruntung di dunia ini dibanding sang bidadari tanpa sayap ? Sang bidadari terlahir cacat karena Ibunya tidak sempat memberinya ASI. Ibunya meninggal karena terkena kanker otak stadium 3 saat melahirkan sang Bidadari. Kini sang bidadari hanya bisa meratapi nasibnya karena dunia medis modern belum bisa membuat sayap artifisial yang permanen. Sayap paling modern mungkin telah dikembangkan oleh perusahaan Sony, tetapi harganya masih terlalu mahal untuk ukuran sang Bidadari, lagipula Sony hanya bisa memberi garansi untuk 3 bulan, diluar suku cadang.

Bulan yang indah, sungai yang lembut, sang Bidadari pun akhirnya ditemukan gantung diri di sebuah kamar di hotel Melati, pacarnya telah melarikan diri dengan membawa dompet, handphone dan keperawanannya. Saat ini kepolisian Bandung Wetan tengah mencari keberadaan sang Pacar. Ckckck… Sungguh cerita cinta yang mengharukan…

Happiness

Suatu hari kapal laut itu tenggelam di tengah samudra, menyisakan dua orang selamat yang terdampar di pulau terpencil. Seorang dokter dan seorang kuli bangunan. Dalam beberapa hari pertama hubungan pertemanan mereka berjalan dengan baik, saling mendukung satu sama lain guna mempertahankan hidup.

Tapi waktu terus berjalan, tidak ada tanda-tanda keadaan akan berubah baik, kebosanan mulai muncul.

Seperti hari-hari lainnya, Suatu malam mereka berbincang santai.

“Kau tahu tidak, selama karir saya menjadi dokter, saya telah menyelamatkan nyawa ribuan orang, mulai dari mencabut kanker sebesar melon dari rahim seorang nenek-nenek hingga memasang jantung cangkokan pada seorang mantan presiden…”, Si Dokter memulai pembicaraan.

“…Oh… Sungguh hebat prestasimu, sedangkan aku hanya…” Si Kuli menimpali.

“…Oh iya, maaf saya potong pembicaraanmu, saya jadi ingat suatu kejadian saat saya harus mengobati seorang korban ledakan bom bunuh diri, saat kemungkinan hidupnya hanya satu banding seribu, tetapi dia berhasil hidup, semuanya berkat keahlian saya, dan sekarang kami berteman baik…” Si Dokter melanjutkan ceritanya.

“Itu mengagumkan sekali, aku…”

“…Dan, ini juga penting, istri saya yang sangat saya cintai, adalah mantan pasien saya juga, dia seorang model yang saat itu menderita sesak napas. Saya sangat beruntung memiliki dirinya, cantik, seksi dan baik hati, bagaimana denganmu wahai Kuli ?” sambung si Dokter

“…Istriku ? Dia baik, kami hanya…”

“…Oh iya, Saya ingat suatu saat istri saya membuatkan ayam panggang yang sangat lezat sepulang saya mengoperasi seorang anak kecil yang menderita kanker. Saya bangga memiliki istri sebaik dia ! Tidak ada perempuan lain sebaik dia… Dalam hidup ini, saya tidak pernah melihat orang seberuntung diri saya, saya memulai kehidupan dari bawah, dan kini saya menuai semua pengorbanan itu, andai anda seberuntung saya wahai kuli…”. Ujar si Dokter lagi.

Kekesalan si Kuli memuncak, kali ini ia mengambil sebuah batu karang dan menghujamkannya ke kepala si Dokter, si dokter langsung terkapar lemas tak bernyawa.

“…Aku mungkin hanya membangun toilet dan comberan dalam seumur hidupku, aku tidak pernah menyelamatkan nyawa seseorang pun, tetapi itu bukan berarti hidupku tidak SEMPURNA !!!…”,Ungkap si Kuli dengan tangan yang masih berbalur darah sang dokter.

“AKU BAHAGIA DENGAN HIDUPKU !!!”

  • Tulisan terbaru, sehangat batagor yang baru digoreng

  • PENGUMUMAN!!! Blog ini tidak memiliki afiliasi dengan organisasi berikut

    Kelompok Teroris Sadness Liberation Army (SLA)

  • NEW PRODUCT!

    Sehat Kuat bagai Hansip!

  • Blog bebas iklan dan pornografi