Pimpinan DPW Nasdem Jabar Mundur!

Kebetulan saya dapet amanah untuk bikin pers release pengunduran Pak Mayjen (Purn.) Sudrajat sebagai Ketua DPW Nasional Demokrat Jawa Barat yang diumumkan siang ini 08/07/11 di Sekre Nasional Demokrat di Jl. Pudak 21 Bandung

  PERS RELEASE    Bandung 08/07/2011   Kehadiran Nasional Demokrat bukan karena ambisi politik untuk menjadi Partai Politik, Melainkan untuk ikut serta dalam upaya-upaya nyata untuk melayani masyarakat dengan ambisi sosial untuk kesejahteraan bagi rakyat. (Sri Sultan Hamengkubuwono X – Insiator Nasional Demokrat pada Konferensi Pers pasca Deklarasi Nasional Demokrat tanggal 1 Februari 2010)    

 

Ormas Nasional Demokrat berdiri pada awal tahun 2010 dengan inisiator Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dalam acara peluncuran ormas Nasional Demokrat tersebut, terdapat banyak tokoh nasional lintas generasi dan partai yang ikut berperan sebagai deklarator nasional seperti Syafii Maarif, Siswono Yudo Husodo, Syamsul Mu’arif, Khofifah Indar Parawansa, Bachtiar Aly, Enggartiasto Lukita, Budiman Sudjatmiko, Franky Sahilatua, Dll. Dalam manifesto Nasional Demokrat yang dibacakan tokoh intelektual muda Indonesia, Anies Baswedan disebutkan bahwa “”Kami mencitacitakan demokrasi Indonesia yang matang, yang menjadi tempat persandingan keberagaman dengan kesatuan, dinamika dengan ketertiban, kompetisi dengan persamaan, dan kebebasan dengan kesejahteraan. Kami mencitacitakan sebuah demokrasi berbasis warga negara yang kuat, yang terpanggil untuk merebut masa depan yang gemilang, dengan keringat dan tangan sendiri,”    Dalam pernyataan awalnya, Surya Paloh menyebutkan bahwa ormas ini merupakan wadah alternatif bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi membangun Indonesia.

Ormas Nasional Demokrat ditujukan sebagai tempat berkumpulnya segenap masyarakat dari berbagai lapisan sosial, ekonomi dan politik untuk bersama-sama membangun bangsa.  Anggaran dasar Ormas Nasional Demokrat pasal 1 sendiri menyatakan bahwa Nasional Demokrat adalah suatu organisasi kemasyarakatan yang menjunjung semangat Gerakan Perubahan untuk Restorasi Indonesia. Sebagai organisasi kemasyarakatan, Nasional Demokrat diharapkan bisa menjadi kekuatan politik walaupun tanpa menjadi partai politik seperti yang dinyatakan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Nasional Demokrat, Sri Sultan Hamengkubuwono bahwa  “Kehadiran Nasional Demokrat bukan karena ambisi politik untuk menjadi Partai Politik, Melainkan untuk ikut serta dalam upaya-upaya nyata untuk melayani masyarakat dengan ambisi sosial untuk kesejahteraan bagi rakyat”.

Dalam Perjalanannya, Ormas Nasional Demokrat melalui jargon “Restorasi Indonesia” berhasil menarik respon positif dari banyak masyarakat. Melalui tingginya antusiasme masyarakat tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ormas Nasional Demokrat berhasil memberikan harapan bagi masyarakat yang menginginkan perbaikan Indonesia di masa depan. Nasional Demokrat  juga berhasil merekrut tokoh-tokoh nasional dari berbagai latar belakang politik dan profesi untuk ikut dalam proses restorasi Indonesia. Salah satu tokoh Nasional yang ikut bergabung adalah Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat, yang baru saja menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk China. Di akhir tahun 2010, Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat ditawari Surya Paloh untuk bergabung dengan ormas Nasional Demokrat dengan jaminan bahwa Ormas Nasional Demokrat tidak akan menjadi partai politik. Dilatarbelakangi idealisme untuk merestorasi Indonesia, akhirnya Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat setuju untuk bergabung dengan Ormas Nasional Demokrat dengan amanah sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah Jawa Barat.

Tentu saja menjadi tugas berat bagi Mayjen TNI (Purn.). Sudrajat untuk bisa meraih kepercayaan warga Jawa Barat untuk bergabung dalam barisan restorasi Indonesia. Berbagai upaya dan jaminan bahwa Nasional Demokrat akan konsisten dalam bentuk ormas ternyata berhasil menarik minat banyak tokoh-tokoh Jawa Barat dari berbagai latar belakang untuk bergabung. Dalam deklarasi ormas Nasional Demokrat Jawa Barat tanggal 27 Februari 2011, tokoh masyarakat Jawa Barat yang terlibat sebagai Inisiator dan Deklarator antara lain Kang Tjetje Hidayat Padmadinata, Mubiar Purwasasmita, Nanang Ma’soem, Teguh Satria, Sultan Kasepuhan, Sultan Kanoman, Sultan Kacirebonan, Ade Sudrajat, Dede Mariana, HD Sutisno, Setia Hidayat, Indra Prawira,  Cecep Rukmana, Yayat Hendayana, Buky Wikagoe Dll. Keberhasilan penggalangan dukungan bagi Ormas Nasional Demokrat di Jawa Barat yang melibatkan banyak tokoh sunda dari latar belakang ekonomi, akademisi, parpol dll. tentu merupakan suatu sejarah tersendiri karena belum pernah ada suatu organisasi masyarakat yang berhasil menarik begitu banyak tokoh masyarakat Jawa Barat.

Walaupun ada kekhawatiran bahwa Ormas Nasdem pada akhirnya akan menjadi parpol, namun keputusan RAPIMNAS pertama Nasional Demokrat tanggal 30 Januari – 1 Februari 2011 yang menyatakan bahwa Nasional Demokrat akan tetap berbentuk Organisasi Masyarakat sedikit menghilangkan kekhawatiran tersebut. Namun komitmen terhadap keputusan RAPIMNAS tersebut seakan-akan dikhianati ketika pada bulan Februari, Departemen Hukum dan HAM menyatakan bahwa mereka baru menerima pengajuan status 3 partai baru yang salah satunya adalah partai Nasdem. Parpol ini diajukan oleh Ketua Patrice Rio Capella dan Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq. Keduanya merupakan pengurus pusat Ormas Nasional Demokrat, masing-masing menjabat sebagai Wakil Sekjen Kaderisasi dan Wakil sekjen pemberdayaan & pelayanan masyarakat. Walau tidak secara gamblang diakui oleh ketua umum Nasional Demokrat Surya Paloh, keberadaan pengurus ormas di dalam sturuktur parpol, kesamaan nama dan lambang serta alamat sekretariat, mengindikasikan bahwa pendirian parpol tersebut adalah sepengetahuan dan atas izin pengurus pusat Nasional Demokrat yang dilakukan tanpa koordinasi dan komunikasi dengan pengurus Wilayah se-Indonesia khususnya Provinsi Jawa Barat.

Di Jawa Barat, Parpol Nasdem melakukan kegiatan tanpa koordinasi dengan pengurus Ormas Nasional Demokrat sehingga menghasilkan keresahan bagi masyarakat dan kader Ormas Nasional Demokrat khususnya. Oleh karena itu, Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat selaku pimpinan dan rekan-rekan yang tergabung dalam kepengurusan Ormas Nasional Demokrat Jawa Barat dalam hal ini melihat bahwa perkembangan tersebut telah menyimpang dari Anggaran dasar dan cita-cita awal yang telah dinyatakan oleh pendiri Ormas Nasional Demokrat.

Menanggapi hal tersebut, pihak DPW Jawa Barat telah melakukan  berbagai proses klarifikasi kepada pengurus pusat namun tidak pernah mendapatkan sikap dan jawaban yang memuaskan mengenai masalah tersebut.   Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat sebagai pimpinan DPW Jawa Barat dalam hal ini merasa bahwa komitmen awal yang menyatakan bahwa Ormas Nasdem tidak akan berubah menjadi Parpol telah dilanggar, oleh karena itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pribadi atas perkembangan tersebut Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat menyatakan pengunduran diri dari keanggotaan ormas Nasional Demokrat serta dari jabatan pimpinan DPW Ormas Nasional Demokrat Jawa Barat terhitung tanggal 6 Juli 2011.  Selanjutnya mandat organisasi akan dikembalikan kepada Pengurus Pusat.

[1] Pers release ini dibuat dalam rangka pelaksanaan Anggaran Rumah Tangga Nasional Demokrat pasal 8 yang menyatakan bahwa pengunduran diri anggota harus diumumkan kepada publik.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s