Surat Judas (Epistle of Jude)

SURAT JUDAS (JUDE)

 

 

Misteri Judas

 

          Siapakah sebenarnya sang Judas ini ? Mengapa karyanya bisa memasuki susunan kitab suci Perjanjian baru ? Apakah surat ini benar-benar merupakan karya seorang Judas ? Pertanyaan-pertanyaan tersebut selalu muncul saat seseorang membaca surat Judas ini karena pada umat Kristen umumnya, hanya mengenal satu nama Judas, yaitu Judas Escariot sang pengkhianat. Ia adalah salah satu dari 12 murid Jesus yang terkenal. Sebaliknya pandangan tradisional memeluk anggapan bahwa penulis surat ini adalah Judas Thaddeus, ia merupakan saudara Jesus dan James (Jacobus) dari darah Jusuf. Penulis surat mengakui sendiri dalam pembukaan suratnya bahwa ia adalah saudara James (Jacobus), dan termasuk ke dalam salah satu pengikut Jesus. Dalam bahasa Inggris surat ini dinamai “The Epistle of Jude” , pemilihan kata “Jude” dilakukan untuk membedakan identitas penulisnya dengan sang Judas Escariot.

Kesulitan dalam menentukan identitas asli si penulis disebabkan oleh banyaknya pemilik nama Judas/Judah dalam Perjanjian Baru, kasus ini beberapa kali terjadi dalam Perjanjian Baru. Beberapa pemilik nama “Judas” tersebut adalah :

 

  • Judas anak James dan merupakan salah satu murid Jesus (Luke 6:16)
  • Judas Escariot, Rasul yang mengkhianati Jesus (Matius 10:4)
  • Judas dari Galilea, seorang pemberontak (Kis Ras 5:37)
  • Judas Barsabas, pendamping Paulus saat membawa keputusan konsili Jerusallem (Kis Ras 15:22, 27, 32)
  • Judas saudara Jesus, dikenal dengan nama lain  “Thaddeus” atau “Lebbaeus” (Matius 13:55)

 

Jika si penulis merupakan Judas saudara Jesus, mengapa dalam suratnya ia mengaku sebagai saudara James ? Bukankah  akan lebih efektif apabila ia menggunakan gelar “persaudaraanya” dengan Jesus dibandingkan dengan James. James sendiri dalam suratnya mengaku sebagai saudara Jesus (James 1:1). Permasalahan kedua, penggunaan bahasa Yunani halus yang digunakan penulis surat tampaknya menggambarkan pendidikan tinggi yang tidak dapat dikuasai oleh seorang anak tukang kayu biasa (James saudara Jesus/anak Jusuf). Kecuali apabila kita menggunakan penjelasan yang sama seperti saat menjelaskan kasus “James”. Sepertihalnya dengan James, Keterangan yang bisa didapat dari Bible mengenai Judas ini sangatlah sedikit, kecuali dalam beberapa bagian disebutkan bahwa mereka berdua tidak mempercayai keistimewaan Kristus hingga peristiwa kenaikan (John 7:5, Kis Ras 1:14).  Catatan kehidupan Judas pasca peristiwa kenaikan lebih simpang siur lagi. Menurut riwayat Nicephorus Callistus, Judas sempat mengajar di daerah Judea, Samaria, dan Mesopotamia, artinya ia tetap mengajar dalam kawasan Galilea, sesuai perintah Jesus untuk tidak menyebarkan ajarannya selain kepada “domba yang sesat” dari Israel (Mat 10:5-6). Menurut Callistus, Judas menghabiskan hidupnya dan berkeluarga di sana, ia memiliki dua cucu bernama Zoker dan James. Menurut riwayat beberapa penulis Syria, Judas sempat menjelajahi daerah Edessa, daerah Turki sekarang. Menurut satu keterangan Judas meninggal di daerah Berythus (Beirut),  sedangkan lainnya mengatakan ia martir  di daerah Suanis, kota Persia.

Melalui isi dan karakter surat dapat disimpulkan bahwa penulisnya memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap jemaatnya. Sepertihalnya dengan James, ia tidak menujukan suratnya kepada jamaat tertentu, tetapi kepada umat Yahudi-Kristen pada umumnya. Surat ini berisi peringatan terhadap ajaran-ajaran palsu yang berlawanan dengan ajaran Kristus. Kesamaan beberapa materi didalamnya terhadap surat dua Petrus adalah masalah tersendiri, perlu kehati-hatian untuk menjawab masalah tersebut.

 

Keotentikan

 

          Masalah keotentikan sangat berhubungan dengan waktu penulisan surat. Surat ini dapat dikatakan asli apabila ia ditulis sekitar sebelum tahun 100 M., karena Judas diduga wafat pada masa kekuasaan Dominitian atau Trajan. Penentuan waktu penulisan juga sangat dipengaruhi masalah keidentikan dengan surat 2 Petrus dan penggambaran ajaran sesat. Waktu penulisan terbagi atas tiga pendapat yang sama-sama memiliki bobot kemungkinan sekaligus konsekwensi tertentu :

 

  1. Masa-masa Apostolik

Pendapat ini dipegang oleh sarjana-sarjana konservatif. Menurut mereka, surat ini dipastikan ditulis sebelum tahun 70 M.. Hingga masa tersebut Gereja Jerrusalem masih memiliki otoritas yang cukup kuat, beberapa pengikut Jesus seperti James, Petrus, dan kemungkinan Judas masih aktif dalam mengelola Gereja dan mengirimkan surat-surat berisi himbauan kepada jemaat di daerah lain. Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa surat ini ditulis setelah tahun 70 M., dengan asumsi Judas merupakan saudara terkecil Jesus dan memiliki umur yang cukup panjang. Ada kemungkinan besar bahwa Judas beserta murid Jesus lainnya sudah wafat setidaknya setelah terjadi tiga “pembantaian” yang dilakukan pemerintah Romawi, diawali oleh Nero, dilanjutkan oleh Dominitian dan Trajan pada sekitar tahun 100 M.. Oleh karena itu batas akhir penulisan surat ini oleh Judas adalah sekitar tahun 100 M., surat ini memiliki kemungkinan kecil ditulis diatas batas tersebut, kecuali apabila peulisnya bukanlah Judas.

Pertimbangan selanjutnya adalah saat membicarakan masalah keidentikan dengan surat Petrus kedua. Para sarjana telah memastikan bahwa salah satu penulisnya adalah penjiplak, entah penulis surat Petrus atau surat Judas. Dengan pengandaian surat Petrus ditulis setelah surat Judas, maka dapat dipastikan surat tersebut sebagai pseudograf. Petrus wafat sekitar tahun 65 M., sedangkan surat Judas ditulis bersamaan pada masa-masa tersebut, maka akan mustahil bagi Petrus untuk menulis surat keduanya dengan sumber surat Judas. Apabila kita tetap mempertahankan keotentikan surat 2 Petrus, maka surat Judas dipastikan ditulis sekitar tahun 50 M. atau lebih awal. Alasan penjiplakan oleh salah satu penulis tetap menjadi pertanyaan.

 

  1. Awal abad kedua

Pendapat ini didasarkan oleh  beberapa bukti internal yang menggambarkan bahwa surat ini ditulis masa pasca apostolik. Salah satu bukti tersebut terdapat dalam ayat ketiga dan ketujuh belas :

 

Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.(Jud 1:3)

 

Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. (Jud 1:17)

 

Kedua ayat tersebut mengisyaratkan bahwa surat ini ditulis pada masa-masa dimana para Rasul telah wafat, dalam hal ini adalah pada abad kedua. Salah satu Rasul yang berumur panjang, Johannes diduga wafat pada akhir abad pertama sehingga surat ini kemungkinan ditulis pada awal abad kedua, entah oleh siapa. Mengapa Judas menulis kedua ayat tersebut bila surat ini ditulis pada masa apostolik ? Bukankah pada masa tersebut masih banyak pengikut Jesus yang tersisa. Kesimpulan akhir adalah penyangkalan kepenulisan Judas terhadap surat ini.

Bukti internal lain menggambarkan adanya perlawanan terhadap ajaran Gnostis yang berkembang pada abad kedua, walaupun tidak semua sarjana menyetujui argumen ini. Surat ini berisi ajakan untuk menjauhi ajaran sesat, tetapi si penulis tidak memberikan keterangan yang cukup terhadap jenis ajaran tersebut. Beberapa sarjana beranggapa bahwa ajaran tersebut adalah monasis (monisme), doketis, marcionis atau bahkan gnostis.  Masalah ini tidak terlalu mencuat, mengingat ajaran sesat telah berkembang bahkan beberapa waktu setelah Jesus disalib.

 

  1. Masa post apostolik dan sebelum abad kedua (80-100 M.)

Pendapat ini mungkin menjawab persoalan pemasukan ayat ketiga dan ketujuh belas. Dimana di kedua ayat tersebut digambarkan bahwa surat ini ditulis saat para Rasul telah wafat.  Tetapi ada beberapa kesulitan lain yang menghadang, Pertama pada masa tersebut beberapa Rasul diketahui masih hidup ! Bukankah Johannes masih hidup hingga abad kedua, pandangan tradisional beranggapan bahwa ia masih memproduksi karya-karya suci hingga abad kedua (Injil dan Kitab Wahyu). Kedua, surat Petrus kedua dapat dipastikan sebagai karya pseudograf, dengan kata lain palsu ! Bagaimana mungkin Petrus mengutip suatu surat yang baru ditulis dua puluh tahun setelah kematiannya ? Dan apabila surat Petrus lebih dulu muncul sebelum surat Judas, mengapa Judas harus menyalin kembali surat tersebut dengan menggunakan namanya. Perlu diingat bahwa keputusan kepenulisan surat ini oleh Judas tidak selalu didukung para sarjana, Origen, Eusebius dan Martin Luther bahkan menempatkan surat ini ke dalam kelompok antilegomena,  yang artinya keotentikannya masih diragukan atau bahkan ditolak.

Sumber Apokrip

 

          Diluar persoalan apakah Judas benar-benar menulis surat ini atau tidak, pengakuan surat ini sebagai bagian dari kitab suci menimbulkan masalah baru. Penulis surat Judas ternyata mengutip beberapa bagian dari beberapa kitab apokrip, kitab-kitab Yahudi yang disangkal keotentikannya. Kitab Apokrip yang digunakan Judas adalah Kitab Henokh) atau “Book of Henoch” dan kitab nubuat Musa atau “Apocalypse of Moses”. Pengutipan kitab Henokh terdapat pada ayat keempat belas hingga kelima belas :

 

Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” (Jud 1:14-15)

Kitab Henokh tidak pernah memasuki susunan kitab suci Bible. Kitab tersebut diduga kuat merupakan karya dari beberapa orang dan Henokh bukanlah salah satu dari orang tersebut, dengan kata lain psudograf. Menurut J.F. Kenyon, kitab Henokh ditulis pada masa pra-Kristen, bahkan pra-Makabee.  David Childress dalam bukunya “Technology of the Gods: The Incredible Sciences of the Ancients”  menyebutkan bahwa kitab Henokh ini pertama kali ditemukan di Abyssinia tahun 1773 oleh peneliti Skotlandia bernama James Bruce. Naskah tersebut kemudian diterjemahkan oleh Richard Laurence pada tahun 1821. Menurut James C. VanderKam dalam karyanya, “Henoch and the Growth of an Apocalyptic Tradition” halaman 110, menyebutkan bahwa ayat 14-15 tersebut dikutip dari kitab Henokh pertama 1:9.  

Kitab kedua yang digunakan penulis Judas adalah kitab nubuat Musa. Pengutipan tersebut terlihat dalam ayat kesembilan :

 

“Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!” (Jud 1:9)

 

Parasarjana menyimpulkan pendapat tersebut setelah membaca keterangan-keterangan Bapak Gereja awal seperti Clement, Justin Martyr, Irenaeus, Origen, dan Didymus. Tidak diketahui secara pasti alasan Judas menggunakan kedua kitab apokrip tersebut sebagai  sumber penulisan. Tetapi apabila benar bahwasanya Judas adalah seseorang yang mendapatkan inspirasi Roh Kudus, ia pastilah menggunakan sumber yang jelas integritasnya. Judas telah memperlakukan dua kitab apokrip secara otoritatif, dan menjadi dosa umat Kristen untuk tidak memperlakukan kedua kitab tersebut dengan cara yang sama.

Identitas penulis dan waktu penulisan kitab Henokh dan nubuat Musa tidak pernah diketahui secara pasti, oleh karena itu nilai keotentikannya juga kecil. Tetapi begaimana dengan beberapa kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang memiliki nasib yang sama. Kitab Raja-raja Kitab Esther,  Kitab hakim-hakim merupakan sedikit dari berbagai kitab dalam Bible yang tidak pernah diketahui identitas penulisnya. Mengapa kitab-kitab tersebut mendapat perlakuan yang berbeda dengan kitab-kitab apokrip ? Sementara kitab-kitab  tersebut tidak pernah dijadikan kutipan oleh penulis Perjanjian baru manapun.

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s