Sejarah Film Indonesia (Bag.1 : Masa Kolonial)

Kurang lebih dua minggu lalu, bersama Komunitas Aleut saya menapaktilasi sisa-sisa kejayaan Bioskop di masa lalu Bandung… Perjalanan ini memantik keingintahuan saya dalam mencari lebih banyak informasi mengenai sejarah perfilman Indonesia. Selanjutnya seminggu kemudian saya disuguhi film “Legong” karya sutradara Holywood yang berkisah seputar percintaan dua insan di dalam nuansa adat dan lingkungan Bali di tahun 30’an. Nah, sepertinya bukan bidang saya untuk membahas film tersebut, namun di tulisan ini lebih baik akan saya ungkapkan sedikit sejarah film indonesia yang saya dapat dari buku “Indonesia in Brief” karya Susi S Prawirawinta.

 

 

Sejarah produksi film indonesia diawali tahun 1927/1928, kala itu film pertama diproduksi di Bandung oleh dua orang Eropa, G Kreugers dan Ph. Carli. Pada masa itu pembuata film masih dilatarbelakangi oleh motif hobi semata. Film karya Kreugers utamanya membahas kehidupan sehari, contohnya film Eulis Aceh dan Bang Amat Tangkap Kodok. Sedangkan film karya Carli lebih banyak memuat konflik sosial antara orang Indonesia dengan golongan Eropa seperti “De banden van het bloed”, “Sarinah”, dan “Karina’s zelfpoffering”. Dalam hal penggunaan aktor, Kreugers lebih banyak menggunakan aktor lokal, sedangkan Carli menggunakan orang-orang Indo-Belanda. Film yang mereka produksi merupakan film bisu.

 

Apabila pionir dalam pembuatan film adalah orang Eropa, maka orang Cina-lah yang mengembangkan perfilman pada tingkatan berikutnya. Mereka memasuki bidang sinema karena mereka melihat peluang bisnis bagus di dalamnya. Motivasi komersial ini kemudian menjadi bahan bakar dalam kemajuan perkembangan film yang ditandai dengan keberhasilan dalam mengimpor banyak film Amerika dan Cina ke Hindia Belanda. Film-film Cina sangat populer di kalangan orang Tionghoa, kisah-kisah yang ditampilkan biasanya seputar legenda-legenda masa lalu dan kehidupan keluarga para pendahulu mereka.

 

Orang-orang Cina di Hindia Belanda kemudian mengikuti jejak film-film Impornya dalam hal pengisahan kisah tradisi keluarga masa lalu dan memproduksi film sendiri berjudul “Lily of Java” yang dimainkan oleh orang-orang Tionghoa dan tidak lupa juga mereka menampilkan teks dalam bahasa melayu.

 

 

Tahun-tahun berikutnya merupakan masa keemasan bagi  industri film Indonesia. Banyak perusahaan film didirikan. Kisah-kisah yang ditampilkan kemudian banyak mengadopsi kisah-kisah Cina legendaris seperti “The Eight Swordfighters”, “Sang Pek Eng Tay” Dll.

 

Di tahun1930, film bersuara pertama diperkenalkan oleh Tan & Wong Bros Co. Dengan hasil yang sangat baik. Perusahaan-perusahaan lain segera mengikuti langkah ini. Namun dalam hal produksi, film-film yang dihasilkan masih belum bisa dilepaskan dari pengaruh film-film Impor Cina.

 

Di Tahun 1935 merupakan puncak kesuksesan sejarah industri film di Indonesia. Di tahun ini, film “Pareh” diproduksi oleh seorang Belanda bernama Mannus Franken. Film ini berbeda dari film lainnya, karena berusaha menarik perhatian dari orang luar negeri terutama orang Belanda dalam hal kehidupan sehari-hari orang pribumi. Aktor utamanya diambil dari orang Indonesia yang telah mendapat pendidikan sekolah. Bahasa yang digunakan bukan lagi Cina-Melayu, melainkan sepenuhnya Melayu. Banyak adegan pemandangan Indonesia dimunculkan seiring penceritaan kehidupan sehari-hari masyarakat di daerah pedesaan.

 

 

Melalui film ini, elemen baru, yaitu elemen pemberian informasi mulai timbul di samping motif komersial. Film-film setelah “Pareh” kemudian mengikuti jejak ini dalam hal mengungkapkan kehidupan sehari-hari orang Indonesia, dan sepenuhnya dimainkan aktor lokal. Di sisi lain, film-film aksi yang diimpor dari Amerika mulai juga mempengaruhi produser film dalam negeri, sehingga muncullah beberapa film lokal yang mengadopsi film Holywood. Ambilah contoh film “Alang-alang dan Putri Rimba” yang merupakan imitasi dari film “Tarzan and The Jungle Princess (dimainkan oleh Dorothy Lamour”).

 

 

Di masa ini beberapa film juga meraih kesuksesan seperti “Terang Bulan” yang pemeran utamanya dimainkan oleh Raden Mochtar dan Rukijah. Film ini biproduksi tahun 1937 oleh Anif, sebuah perusahaan dengan modal Belanda. Tema utama yang diusung film ini adalah kehidupa sehari-hari Masyarakat dengan “adat” . Pemilihan aktor Indonesia sangat diperhatikan, terutama dipengaruhi oleh film “Pareh”. Untuk mengamankan kebebasan lebih banyak dalam produksi film, maka sang penulis skenario, Saerun-seorang jurnasil terkemuka, memutuskan untuk menciptakan suatu lingkungan imajiner.

 

Kesuksesan “Terang Bulan” menyebabkan produser-produser Cina mengubah target pasarnya kepada publik Indonesia. Karena itu selanjutnya perkembangan film Indonesia mengalami perkembangan cepat. Begitu pula dengan perusahaan-perusahaan perfilman.

 

Beberapa waktu sebelum terpecahnya perang Pasifik, sebuah film berjudul “Kartinah” diproduksi. Film ini berbeda dari film sebelumnya karena telah memperlihatkan adegan serangan udara dan penggunaan lain dari peralatan perang terbaru. Pada masa  itu, Indonesia (Hindia Belanda) memang tengah bersiaga dalam menghadapi serangan Jepang . Sang sutradara film “Kartinah” berusaha mencuri perhatian publik dengan memunculkan situasi mencekam yang dialami kota-kota di Indonesia . Hasilnya sangat memuaskan, orang-orang berjubel di bioskop untuk bisa menyaksikan film ini.

 

Bersambung… 🙂

How to make a burger from woods and stones…

Part I.

Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Buku itu mengatakan bahwa seringkali alasan ketertarikan seseorang adalah ketika ia menemukan sesuatu yang tidak dimiliki dirinya pada orang lain. Mari katakan contohnya seseorang selayaknya diriku, yang tenggelam dalam dunia konservatif, birokratis, formal, dan pesimis, dihadapkan pada seseorang yang berbalut kebebasan, pemberontakan, liar dan periang sepertimu. Well, Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Secara logika, tidak ada yang bisa diharapkan dari hubungan semacam ini. Tapi logika bukanlah acuan segalanya. Logika tidak layak untuk disembah. Tidak ada logika yang sempurna. Di luar sana, yang berlaku adalah logika sang Pencipta. Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Kita bertemu di tengah makam, simbol ketidakabadian, simbol ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi hukum. Aku harap perpisahan kita akan berada di lokasi yang sama. Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Adakah yang mengerti dirimu selain yang menciptakan kita berdua ? Dirimu mengalami masa lalu yang sangat buruk namun kau semua berhasil melewati semua  itu. Suatu saat, bukan sekarang, kau akan berkata ,”ooo, ternyata seperti itu…”. Ada alasan mengapa malam kelam mendahului siang yang terang.  Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Kau mengetahui hal-hal yang tidak diketahui semua orang. Kau membaca apa yang tidak terbaca mata biasa. Kau bertanya mengapa orang lain tidak memiliki kemampuan yang sama ? Well, kamu tidak akan seistimewa ini apabila banyak orang yang memiliki kemampuan sepertimu. Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Suatu hari aku mengirimu SMS “Duh, uang sy ilang 10rb nih, huhu…” dan kau membalas “kudu banyak beramal tuh”. Kau benar sekali. Tidak ada yang terjadi, kecuali memiliki alasan.

Damn u so beautiful…

Suatu hari kamu bertanya, apakah aku akan bersedih ketika tidak lagi ada. Kau tahu jawabannya. Tapi yang pasti, aku akan sangat bersyukur karena pernah dipertemukan denganmu…

Part II.

Ranting, Daun, Angin

Aku, Ranting yang kering, kecil dan rapuh ini dengan segala kepayahan berusaha menahan kepergian daun yang ditempa angin kencang dari segala arah. Tapi bertahanlah wahai daun, kau akan lebih cepat mati mengering di luar sana ketika kau terlepas dariku. Apabila kuikut terbang bersamamu melepas batang, kita berdua akan mati pula. Bertahanlah pada pohon ini walau ia hanya bisa memberimu sedikit energi. Bertahanlah padaku. Hiduplah dan hijaulah selamanya.


Mengapa cewe cakep memilih cowo ancur

Pertanyaan

Assalamualaikum, saya Dadang dari Cibiru, akhir2 ini kalo saya jalan2 ke BSM, Ciwalk, atau lagi naik motor di jalanan. Saya suka nemuin cewe2 cakep yang berpasangan sama cowo ancur, pokoknya nggak banget lah. Pertanyaan saya, Koq mau2nya sih cewe2 itu berpasangan sama kotak amal kayak gitu, padahal saya aja yang ganteng kagak laku-laku nih.

Makasih atas dimuatnya pertanyaan saya..

Jawaban

Kang Dadang, pertanyaan anda bagus sekali. Memang kadang kita menemukan pasangan2 ‘tidak seimbang’ yang semakin menguatkan iman kita akan keadilan Tuhan. Fakta2 ini tentunya sangat mengganggu logika kita sebagai pria, tapi sebenarnya tidak menjadi permasalahan yang berarti bagi para wanita. Tentunya anda sering melihat artis2 kita yang tampangnya dibawah pas-pasan, kebanyakan yang berprofesi sebagai pelawak, namun bisa menemukan pasangan yang aduhai, yang bahkan lebih dari satu!!

Tidak mudah untuk mengeneralisir penyebab fenomena ini, faktor2 yang menyebabkan terjadinya hubungan “tidak seimbang” berbeda2 antar tiap pasangan. Namun apabila saya coba untuk menggolongkan, maka faktor2 berikut merupakan yang paling banyak terjadi.

1. Materi

Pada dasarnya kaum wanita mencari keamanan dalam diri pria, salah satunya adalah keamanan dalam bidang finansial. Oleh karena itu, bagi anda pria2 yang memiliki fisik pas-pasan, bahkan di bawah garis kewajaran, hal ini tidak akan menjadi masalah selama anda memiliki kelebihan finansial. Wanita2 akan menghampiri anda walau mungkin mereka tidak akan melakukannya berdasarkan dorongan cinta. Ingatlah bahwa uang tidak bisa membeli segalanya…

2. Gombalisme

Beruntunglah pria-pria yang memiliki kemampuan komunikasi di atas rata2, karena mereka akan lebih mudah mendapatkan wanita. Pria-pria tipe ini biasanya hanya bermodalkan keberanian dan sedikit pulsa telefon. Pada awalnya mereka bisa saja mengenal seseorang lewat “sms nyasar/chat iseng” namun tanpa melihat fisik sang pria, si lawan jenis sudah bisa merasa nyaman alias ‘klepek-klepek‘. Maka saran saya untuk para wanita, berhati-hatilah kala anda mendapatkan pria yang bisa langsung membuat anda tertarik lewat kata-kata manisnya, karena ia akan menggunakan kemampuan itu kepada puluhan wanita lainnya.

Kadangkala justru apabila seorang pria merasa malu-malu atau grogi, justru itulah tanda bahwa pria tersebut benar2 memiliki perasaan cinta…

3. Kasihan

Dalam beberapa kasus, ada wanita yang memiliki hati yang sangat dalam sehingga ia tidak tega melihat seorang pria yang serba kekurangan dalam hal fisik, materi hingga perilaku, akhirnya ia memutuskan untuk menolong sang pria tersebut dengan bersedia menjadi kekasihnya. Harapannya pria tersebut akan berubah, namun hal tersebut tidak pernah terjadi.

Hubungan yang didasari atas rasa kasihan ini biasanya akan berakhir dengan tragis apabila sang pria menjadi tidak tahu diri, karena setelah beberapa lama biasanya sang wanita biasanya akan sadar bahwa ia lebih baik menghabiskan hidupnya  untuk melestarikan hewan langka daripada sampah masyarakat seperti itu.

4. Trauma

Pria-pria buruk rupa seharusnya berterima kasih kepada rekan2nya yang berpenampilan menarik, namun memiliki sifat playboy akut. Dalam banyak kasus, banyak wanita2 yang lebih memilih untuk berpasangan dengan pria2 ‘aman’ – yang biasanya berpenampilan buruk dengan harapan pria tersebut tidak akan menyakiti hatinya lagi dengan perselingkuhan, atau wanita tersebut sudah lelah sakit hati akibat kekasihnya yang terdahulu terlalu banyak memiliki ‘fans’.

5. Ibadah

Ada pula wanita2 yang mengharapkan pahala besar dari berpasangan dengan pria-pria buruk rupa. Mereka melihat pria tersebut sebagai ‘ladang amal’. Patokan mereka adalah kiasan bahwa memberi minum seekor anjing saja bisa membuat seseorang masuk surga, apalagi kalau bisa berpasangan dengan seekor “werewofl”.

6. Penasaran

Beberapa wanita berpasangan dengan pria2 ancur karena penasaran bagaimana rasanya berpacaran dengan pohon asem.

7. Bosan

Dalam beberapa kasus, ada juga wanita yang bosan berpasangan dengan pria-pria menarik. Ada kalanya dalam waktu “kejenuhan” tersebut, mereka beralih kepada pria2 yang tidak menarik, atau dalam istilah mereka “Eksotis”. Tapi pria2 tipe ini sebaiknya jangan dulu merasa puas hati karena dalam waktu tidak lama, sang wanita akan bosan juga berpasangan dengan mahkluk “eksotis”.

8. Melindungi Hewan Langka

Untuk anda2 pria yang memiliki fisik tidak menarik, sering2lah  bergaul dengan wanita yang aktif di perlindungan lingkungan, siapa tau mereka akan memandang anda sebagai hewan langka yang patut dilindungi.

9. Kusabab Eweuh Deui

Bagi kaum wanita, kadang mereka merasa hina apabila tengah tidak memiliki pasangan. Ketiadaan pasangan mereka lihat sebagai fakta bahwa mereka tidak cukup menarik di mata pria. Oleh karena itu dalam beberapa waktu, wanita2 ini akan memilih mudahnya saja, apabila mereka tidak mendapatkan pria2 menarik, mereka akan mencari pria2 KW2 hingga KW tak terbatas, yang penting jangan sampai terlihat sendirian teuing di mana-mana.

10. Jelek tapi baik

Kalau ini banyak skali, faktor ini sangat  klise. Saat ditanya kenapa sang wanita sudi berpasangan dengan sang pria yang tidak menarik tersebut, dia akan menjawab “Abis dia baik banget sih…” Nah, kalau sudah ada jawaban ini, ada dua kemungkinan. Pertama sang wanita kurang berpengalaman, atau baru sekali saja mendapatkan pria yaitu pria yang ancur tadi. Karena sebenarnya ada lusinan pria lain dengan kualitas fisik yang lebih menarik namun memiliki kebaikan hati yang tidak kalah besarnya. Kemungkinan kedua, sang wanita berbohong, dan alasan sebenarnya adalah yang terdapat dari daftar 1-9 di atas…

Demikian penjelasan SadnessSystem, terakhir menurut saya, memang tidak adil rasanya apabila kita menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja. Dalam banyak sekali kasus, cinta memang tidak bisa dijelaskan lewat logika semata. Intinya apakah anda pria menarik atau tidak, anda memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pasangan. Semua orang memiliki jodohnya masing2, berdoalah semoga anda mendapatkan jodoh yang terbaik, tapi ingat, apa2 yang menurut anda terbaik belum tentu terbaik menurut Tuhan, dan sebaliknya. Tapi yakinlah, bahwa pasangan yang anda miliki merupakan anugrah dari Tuhan, sehingga rajin2lah bersyukur…

Semoga jawaban saya dapat memuaskan ya kang Dadang…

  • Tulisan terbaru, sehangat batagor yang baru digoreng

  • PENGUMUMAN!!! Blog ini tidak memiliki afiliasi dengan organisasi berikut

    Kelompok Teroris Sadness Liberation Army (SLA)

  • NEW PRODUCT!

    Sehat Kuat bagai Hansip!

  • Blog bebas iklan dan pornografi