Surat Paulus kepada Titus

Titus

Nama ini tidak pernah muncul dalam Kitab Kisah Rasul, padahal orang ini memiliki peranan cukup penting dalam penyebaran ajaran Paulus dan pendirian Gereja-gereja. Beberapa sarjana mengatakan bahwa Titus adalah saudara Lukas sehingga Lukas tidak pernah menyebut namanya. Anggapan ini lemah, tidak ada alasan bagi Lukas untuk menghapuskan namanya dari sejarah  walaupun ia adalah saudaranya. Menurut surat Galatia, Titus adalah seorang Yunani yang dulunya adalah seorang Gentile. Ia bersama Paulus dan Barnabas pernah diutus oleh gereja Antiokia kepada konsili Jerusallem untuk membicarakan perihal kewajiban berkhitan bagi muallaf Gentile, tetapi Kisah Rasul hanya menyebutkan Paulus dan Barnabas yang pergi. Titus diketahui mendampingi Paulus selama di Efesus, kemudian ia diutus kepada jemaat Korintus untuk mengumpulkan sumbangan bagi Gereja Jerusallem. Ia juga dikenal sebagai pembawa surat 2 Korintus. Menurut surat Titus, Paulus kemudian mencarinya dan meninggalkanya di pulau Kreta, kisah tersebut terasa ganjil karena tidak pernah ada catatan mengenai pendirian Gereja di daerah tersebut.

Pandangan Tradisional

Walaupun Kitab Kisah Rasul tidak memberikan tempat bagi sejarah kehidupan Paulus paska dipenjara, berdasarkan surat ini maka pastilah Paulus sempat melanjutkan perjalanannya ke beberapa tempat. Berdasarkan rekonstruksi sejarah, setelah Paulus bebas, ia bersama Timotius melanjutkan perjalanan ke daerah Macedonia. Paulus meninggalkan Timotius di Efesus, sedangkan ia sendiri melanjutkan perjalanan ke Macedonia. Rantai sejarah kemudian terputus, Paulus tiba-tiba mencapai daerah Kreta dan meninggalkan Titus di sana, “…Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini…”. Rekonstruksi ini disusun berdasarkan catatan dalam surat Timotius dan Titus, akan berbeda bila kita menggunakan catatan Clement Romanus, karena menurutnya setelah Paulus bebas, ia melanjutkan perjalanan ke barat (diperkirakan Spanyol atau Roma ?). Kesulitan lain akan muncul karena tidak ada catatan sejarah yang mengatakan bahwa Paulus pernah meginjakan kakinya di Spanyol atau Kreta. Bagaimana mungkin suatu Gereja Paulus yang terorganisir bisa berdiri disana padahal Paulus dan pengikutnya belum pernah ke sana sebelumnya.

Keotentikan

Ini adalah anggota kelompok     Pastoral Epistles yang terakhir, nilai keotentikanya  sama lemahnya dengan kedua surat sebelumnya.  Schleiermacher pada tahun 1807 adalah salah seorang pelopor perlawanan terhadap keotentikan surat ini dan kedua surat pastoral lainnya. Menurutnya surat-surat tersebut memiliki perbedaan gaya, muatan dan teologi bila dibandingkan dengan surat-surat utama. C. K. Barrett kemudian berpendapat bahwa penulis surat ini menggunakan surat-surat Paulus sebagai sumber dan menghasilkan surat yang baru dengan mencatut nama Paulus. Dengan kata lain seorang pengikut Paulus yang tidak bertanggung jawab telah memproduksi suatu surat yang penulisannya diatributkan kepada Paulus.
Saat ini hampir seluruh sarjana mengakui bahwa seluruh gaya dan muatan yang dikandung oleh Pastoral berbeda dengan yang terdapat  pada surat-surat utama. Beberapa kata baru diketahui muncul dalam surat-surat ini, contohnya kata “Presbyter”, “bishop (Episkopoi)” dan “deacon (Diakonoi)”, sedangkan dua kata terakhir diketahui hanya pernah muncul  sekali di surat Filipi. Penyebutan gelar-gelar pejabat Gereja tersebut dirasa tidak pas apabila ditempatkan dalam kondisi tahun 65-an. Saat itu Gereja-gereja masih baru berdiri dan masih menghadapi masalah dari sana-sini. Alangkah lebih cocok apabila penulisan surat-surat ini dilakukan di abad kedua, dimana saat itu Gereja telah berkembang dan tengah menghadapi musuh baru, yaitu kaum Gnostis.
Beberapa sarjana beranggapan bahwa beberapa bagian dalam surat ini asli berasal dari Paulus, contohnya pada 3:12-13, tetapi sisanya palsu. Pandangan kritis sebenarnya mulai muncul dari pasal 1:7-9, yang diduga sebagai interpolasi. G. A. Wells dalam Did Yesus Exist? Menyebutkan,

It is widely agreed that the Pastorals are mostly forgeries although Titus and 2 Timothy may contain some genuine notes from Paul.

“Secara luas disetujui bahwa surat-surat Pastoral adalah palsu walaupun Titus dan 2 Timotius mungkin memuat beberapa kutipan asli dari Paulus.”

Setelah kita mengetahui bahwasannya para sarjana-sarjana terkemuka Kristen sendiri telah menolak keaslian beberapa bagian kitab sucinya, maka akan menjadi lebih mudah bagi kita untuk melakukan hal yang sama. Walaupun kita tidak tahu sejak kapan dan oleh siapa pemalsuan ini dilakukan, “barang” palsu tetap harus dimusnahkan. Seperti saat kita menemukan selembar uang palsu, tetapi kita tidak tahu kapan dan oleh siapa uang tersebut diproduksi, kita tidak boleh menggunakan uang tersebut dan alangkah baiknya bagi kita apabila bersedia memusnahkan uang palsu tersebut. Hal yang sama patut kita terapkan pada beberapa bagian Bible yang diyakini sebagai palsu, walaupun kita perlu mencari sejarah pemalsuan tersebut, tetapi kita harus bersedia untuk tidak menggunakan bagian tersebut sebagai dalil apapun, tindakan ini akan menimbulkan konsekwensi bagi umat Kristen pada umumnya karena kebanyakan bagian yang dianggap palsu ternyata memuat pondasi penting agama Kristen.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s