SURAT KEPADA JEMAAT FILIPI

Keotentikan

Surat pendek ini termasuk ke dalam kelompok “Prison Epistles”, surat yang ditulis saat Paulus berada dalam penjara (Fil. 1:7-13), sekitar tahun 61-62 M.. Tidak banyak yang bisa dikomentari mengenai surat ini, selain mempertimbangkan beberapa kritik yang dilontarkan beberapa sarjana modern. Surat ini mengandung sekitar 40 Hapax Legomena, jumlah yang relatif sedikit bagi surat sepanjang 4 pasal ini. Tetapi semua itu tidak membuatnya kebal akan kritik. Penolakan beberapa sarjana, khususnya Baur terhadap kepenulisan Paulus dalam surat ini didasarkan pada penyebutan  “pemilik jemaat (uskup) dan diaken (deacon) dalam pembukaan surat ini (1:1) yang menurutnya kedua istilah tersebut belum dikenal pada zaman Paulus, melainkan baru dikenal saat Gereja telah berkembang. Selain itu Baur juga menyoroti bagian kenosis atau Carmen Kristi pada pasal 2:6-11 yang dianggapnya sebagai pemikiran Kristologi yang telah berkembang, belum dikenal pada masa Paulus. Baur dalam komentarnya mengatakan :

“The Epistles to the Colossians and to the Philippians … are spurious, and were written by the Catholic school near the end of the second century, to heal the strife between the Jew and the Gentile factions”

“Surat kepada jemaat Kolose dan Filipi… adalah palsu, dan ditulis oleh sekolah Katolik sekitar akhir abad kedua, untuk meredakan pertentangan antara kelompok Yahudi dan Gentile”

Kemudian munculah seorang Holsten yang turut menolak keotentikan surat ini. Ia menggunakan alasan yang berbeda dengan yang dipakai oleh Baur. Ia lebih memperhatikan perbedaan pemikiran yang dimuat surat ini dibandingkan dengan surat Paulus lainnya. Contohnya, Konsep pra-eksistensi Yesus dalam 2:6-11 tampak berlawanan dengan konsep yang terdapat pada 1 Kor 15:45-49. Kedua, terdapat perbedaan mencolok antara pasal 3:6 dengan Roma 7:21, dalam bagian pertama dinyatakan bahwa  penulis adalah orang tak berdosa, sedangkan pada bagian kedua  disebutkan mengenai penulis yang dapat dipengaruhi setan. Bandingkanlah kedua bagian tersebut,

“tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat” (Fil 3:6)

“Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku” (Rom 7:21)

Ketiga, pandangan Paulus terhadap Injil-injil lain dalam pasal 1:15-18 berbeda dengan 2 Kor 11:1-4, dan khususnya Gal. 1:8-9. Dalam bagian pertama, Paulus tampak bahagia perihal adanya Injil-injil lain, sedangkan pada bagian kedua Paulus mengutuk habis-habisan pembawa Injil lain.
Sebenarnya kita tidak aneh lagi saat mendengar pernyataan yang tidak konsisten dari Paulus mengingat pendiriannya selalu berubah sesuai keadaan. Ia dapat sata mengakui satu hal dan menyangkalnya pada lain waktu.

Gereja Filipi

Filipi (Philippi) terletak 10 mil dari pelabuhan Neapolis. Filipi merupakan salah satu kota terpenting di Macedonia. Kota tersebut didirikan oleh Phillip dari Macedon, ayah Alexander agung. Setelah mengalami perang demi perang, akhirnya kota ini jatuh dalam kekuasaan Oktavius (Kis Ras 16:12). Berkembang menjadi tempat tinggal bagi veteran perang Romawi, mereka menikmati berbagai fasilitas mewah di kota ini. Selanjutnya kota ini akan berkembang menjadi  kota Romawi yang penduduknya menggunakan bahasa latin.

Kota Filipi merupakan tempat pertama di Eropa, dimana Paulus memulai misinya (Kis Ras 16: 11-40) sekitar tahun 52 M.. Paulus mencapai kesuksesan dalam melakukan misi di kota ini, karena jumlah orang Yahudi di sana sangatlah sedikit dibadingkan dengan kaum Gentile. Mereka bahkan tidak memiliki tempat ibadah tersendiri (Sinagoga). Paulus mendapatkan pinjaman tempat dari pengikut barunya yang bernama Lydia, tempat yang berupa rumah sakit tersebut nantinya akan menjadi Gereja Paulus yang pertama. Menurut Kitab Kisah Rasul, Keberadaan Paulus di Filipi tidak selamanya mulus, ia sempat mengalami penyiksaan, pemenjaraan, tetapi bisa selamat akibat gempa bumi. Sepeninggal dari Filipi, Paulus mengutus Timotius dan Lukas untuk menetap dan berdakwah di sana, demi pelanjutan pendirian Gereja. Mengetahui bahwasanya Paulus ditahan oleh otoritas Roma, Gereja Filipi nantinya akan mengutus seseorang bernama Epaphroditus kepadanya. Ia dibekali dengan berbagai bekal dan hadiah sebagai bentuk penghormatan Gereja Filipi terhadap Paulus. Saat Epaphroditus kembali dari perjalanannya, Paulus menitipkan padanya sebuah surat, yang tidak lain adalah surat ini.

Penjara mana ?

Jelas bahwa Paulus menulis surat ini di penjara, tapi di penjara mana ? Paulus pernah beberapa kali mengalami pemenjaraan, sekali di Filipi, Kaisaria dan di Roma. Sedangkan mengenai surat ini, setidaknya Prof. Daniel B. Wallace mencatat tiga kemungkinan tempat penulisan; Efesus, Kaisaria dan Roma.

1. Efesus

Meskipun tidak pernah ada catatan mengenai pemenjaraan Paulus di  Efesus, Guthrie mempercayai bahwa Paulus menulis surat ini disana. Kemudian, sejak ia menemukan banyaknya hubungan surat-menyurat antara Paulus dengan jemaat Filipi, maka Roma sebagai tempat penulisan dirasa tidak memungkinkan. Jarak kota Filipi dengan Roma sangatlah jauh, perlu perjalanan berbulan-bulan untuk bisa pulang-pergi ke tempat tersebut. Akan lebih masuk akal apabila Paulus menulis surat ini di  Efesus yang tidak terlalu jauh dari Filipi. Teori ini dirasa lemah, karena tidak ada dukungan dari Kitab Kisah Rasul, yang tidak pernah menceritakan perihal penahanan Paulus di  Efesus. Tetapi kita juga harus ingat, Kisah Rasul tidak mencatat kehidupan Paulus secara keseluruhan, beberapa kunjungan dan perisitwa diyakini tidak diceritakan. Selain itu para sarjana berpendapat, Paulus pernah dipenjara lebih sering dari catatan Lukas.

2. Kaisaria

Pandangan ini dikemukakan oleh bebepara sarjana Kristen, terutama yang menentang teori “ Efesus”. Perlu diketahui bahwa jarak Kaisaria dengan Filipi kurang lebih sama dengan Roma ke kota Filipi, sehingga kita tidak bisa menggunakan alasan jarak dalam kasus ini. Setidaknya ada dua dasar yang menguatkan teori ini. (1) Penyebutan “istana”dan “praetorium” dalam 1:13, mungkin merujuk kepada istana yang terdapat di Kaisaria. (2) Terdapat catatan dalam Kisah Rasul mengenai pemenjaraan Paulus selama dua tahun di Kaisaria.
Saat dipenjara di Kaisaria, Paulus tidak menghadapi hukuman mati, ia hanya perlu untuk memohon pembebasan kepada Kaisar (Kis Ras  26:32). Sedangkan dalam surat ini, Paulus kerap membicarakan mengenai kemungkinannya untuk mati maupun bebas (1:20-25 2:24), semua itu menunjukan bahwa Roma merupakan tempat yang paling cocok.

3. Roma

Pandangan tradisional selama ini menyebutkan bahwa Paulus menulis surat ini selama penahanannya di Roma. Tidak seperti pandangan tradisional umumnya yang tidak memiliki dasar yang kuat, tampaknya kali ini berbeda. Penahanan di Roma tampaknya merupakan teori yang paling kuat dalah hal ini. Paulus diketahui sempat mendekam  di penjara Roma selama dua tahun, selama itu ia mungkin dapat berkorespondensi dengan jemaat Filipi beberapa kali. Hal ini dapat menjelaskan keberatan Guthrie mengenai jarak jauh antara Roma dan Filipi. Beberapa bukti internal turut mendukung teori ini.

Carmen Kristi

Sejak kesatuan surat Roma dan 2 Korintus dapat dipertanyakan, maka hal sama dapat dilakukan pada surat ini. Kali ini kita akan mempermasalahkan pasal 3 dan bagian yang dikenal sebagai Carmen Kristi (Fil. 2:6-11).

Banyak sarjana mencurigai pasal 3 surat ini sebagai fragmen dari surat yang terpisah. Walaupun kebanyakan dari mereka mengakui keotentikan surat ini, dalam hal kesatuan surat tampaknya masih dipermasalahkan. Setidaknya menurut Daniel B. Wallace, ada empat point yang mendukung teori ini, (1) Nada Pasal 3 cukup berbeda dengan bagian lainnya. Alasan seperti ini kita pernah gunakan saat membicarakan kasus 2 Korintus, yang dicurigai mengandung beberapa surat berbeda. (2) 3:1 dimulai dengan kata “akhirnya”, tetapi ternyata Paulus masih meneruskan suratnya hingga 2 pasal selanjutnya. (3) mengapa Paulus harus menunggu hingga akhir surat (4:10-20) untuk berterima kasih kepada jemaat Filipi. Dan (4) Polycrap pernah menyebutkan perihal surat-surat yang pernah dikirim Paulus kepada jemaat Filipi, artinya Paulus tidak hanya mengirim satu surat untuk jemaat Filipi, melainkan lebih. Sayangnya, teori ini tidak diperkuat oleh bukti external, tidak ada manuskrip yang memuat surat ini secara bagian-perbagian. Walaupun tidak didukung bukti eksternal yang kuat, melainkan melalui bukti internal para sarjana dapat mempercayai bahwa surat tersebut merupakan gabungan beberapa surat. Salah satunya Archibald Robertson dalam The Origins of Christianity, ia menyebutkan :

“Philippians is composed of three letter fragments crudely joined together”

Bagian Carmen Kristi terdapat di pasal dua ayat 6 sampai 11. Bagian ini berisikan puji-pujian terhadap Yesus yang tampak janggal saat digunakan oleh Paulus. Ada tiga kemungkinan yang dapat diterapkan kepada bagian ini. (1) Paulus adalah penulisnya; (2) Paulus mengutip puji-pujian buatan orang lain; atau (3) Hymne ini merupakan interpolasi dan berasal dari sumber non-Pauline.  Jelas sekali, materi yang terdapat dalam bagian ini menunjukan hal baru. Baru kali ini Paulus memasukan Hymne dalam suratnya. Kemungkinan terbesar, Paulus mendapatkan materi ini dari sumber asing, tetapi ia kemudian memodifikasinya agar cocok dengan bagian lain suratnya.  Cf. R. P. Martin’s dalam Carmen Christi, second edition menyebutkan,

“Our suggestion is that Paul incorporated this hymn, with some modifications, into his letter to the Philippians”

Kesimpulannya, bahkan surat pendek Paulus pun tidak luput dari permasalahan dan keraguan akan keotentikannya. Umat Kristen boleh saja menentang segala keberatan terhadap keotentikan surat-surat Paulus, tetapi para sarjana mereka sendiri yang telah membuktikan hal tersebut. Pada umumnya umat Kristen menerima keotentikan seluruh surat Paulus secara dogmatis, tanpa mengetahui latar belakang penulisan surat tersebut, padahal di sanalah terdapat banyak permasalahan.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s