Canonisasi Awal

Dalam sejarah canonisasi (penyusunan) Perjanjian Baru, Salah satu Bapak Gereja Awal yang cukup memiliki peranan penting adalah Justyn Martyr (100-165 M.). Dalam apologie, ia mengutip bahan-bahan dari Injil Markus, Matius, Lukas dan Johannes walau tidak secara eksplisit menyebutkan sumber yang ia gunakan. Saat mengutip Injil Markus, ia mengaku bahwa ia hanya mengutip dari kitab catatan Petrus (Memoirs Of Peter), ia mungkin terpengaruh pemikiran Papias dalam hal ini.

Di masa Justyn Martyr, Injil-injil tampaknya sudah beredar di Roma, kota tempat Justyn tinggal. Injil-injil pilihan yang digunakan Justyn dalam karyanya akan sangat mempengaruhi muridnya, terutama Tatian yang akan menjadi pelopor penggunaan 4 Injil (Sinoptik dan Johannes).

Namun beberapa Sarjana modern menyangkal keterangan tersebut, salah satunya adalah John E. Remsberg, seorang sarjana penganut ajaran Essenes modern, yang dalam karyanya “The Christ” disebutkan, Justyn Martyr mengutip sekitar 300 kali dari Perjanjian Lama dan sekitar 100 kali dari kitab Apokrip Perjanjian Baru, tapi tiada satu-pun yang berasal dari 4 Injil (Matius, Markus, Lukas atau Johannes). Keadaan ini lagi-lagi seakan mengidikasikan bahwa pada pertengahan abad kedua, 4 Injil tersebut belum beredar atau setidaknya masih anonim.

Tatian tidak berasal dari Roma melainkan dari Syria, yang tertarik kepada ajaran Kristen setelah mengunjungi Roma dan mengenal Justyn Martyr. Seusai berguru pada Justyn Martyr, ia kembali ke Syria dan mendirikan Gereja di sana. Gereja Syria dengan Tatian sebagai pemimpinnya menggunakan kitab suci bernama Diatessaron, yang terdiri dari antara lain adalah 4 Injil yang telah dimarmonisasikan/digabungkan ( mungkin untuk menghindari pengungkapan banyaknya kontradiksi), surat-surat Paulus (yang dianggap sebagai karya Petrus), dan kitab kisah para Rasul (dianggap ditulis oleh Johannes di Efesus). Melalui penelitian naskah, ternyata sumber Diatessaron diketahui tidak hanya berasal dari 4 Injil (Matius, Markus, Lukas dan johannes), melainkan juga mengadung kutipan yang berasal dari kitab apokrip Injil menurut orang Yahudi (Gospel of Hebrews) dan Protoevangelium of James. Apabila Tatian benar-benar hanya menggunakan 4 Injil alih-alih ditambah dua sumber tersebut, tampaknya dapat muncul kecurigaan 4 Injil tersebut telah mengalami pengeditan ulang sehingga ada beberapa bagian yang dihilangkan. Saat ini memang dipercaya bahwa 4 Injil telah mengalami redaksi ulang pada masa-masa awal peredarannya, sehingga beberapa bagian mungkin telah dihilangkan atau diubah. Tetapi hal ini tentu saja sangat sulit utntuk dibuktikan karena naskah-naskah kuno tidak terjaga dengan baik. Eusebius sempat menyinggung permasalahan ini dalam suratnya, di mana ia mengutuk para perusak Injil dengan ancaman kutukan seperti dalam kitab wahyu Johannes (22:16).

Empat Injil yang dipadukan Tatian dalam Diatessaron, akan digunakan oleh Iranaeus seorang uskup Lyon (130-200 M.) dalam canon yang susunannya. Keseluruhan kitab yang termasuk ke dalam canon Iranaeus berjumlah 22 kitab/surat, terdiri dari seluruh kitab yang sama yang mengisi Perjanjian Baru saat ini dikurangi Filemon, II Petrus, II dan III Johannes, Yudas dan Surat Ibrani. Uniknya ia memperlakukan Injil Hermas sebagai salah satu tulisan suci. Pemilihan Iranaeus terhadap 4 Injil didasari oleh kepercayaanya bahwa keempat Injil tersebut mewakili 4 arah mata angin yang berbeda, sungguh menakjubkan bagaimana sederhananya argumen Iranaeus untuk hanya menggunakan 4 buah Injil tersebut. Dimulai dari saat itulah, kepopuleran empat Injil menanjak dalam jemaat Kristiani. Penggunaan keempat Injil sebagai bacaan utama mengenai kehidupan Yesus disebabkan karena tidak ada satupun Injil yang memuat kisah kehidupan Yesus secara lengkap. Melalui penggunaan empat Injil yang berbeda, diharapkan segala kekurangan akan tertutupi, dan tentu saja tidak dapat dihindari munculnya kontradiksi-kontradisi antar Injil-injil tersebut.

Perjalanan penyusunan canon berlanjut kepada seorang Clement dari Alexandria yang juga dianggap sebagai Bapak Gereja terpenting saat itu. Ia meyakini bahwa Injil Matius ditulis pertama, disusul Lukas, Markus dan Johannes. Urutan ini, sebagaimana akan dibahas nantin tidak serta-merta disetujui oleh mayoritas sarjana modern. Clement turut mempercayai keotentikan 14 surat Paulus, Kisah Para Rasul, I Peter, I Johannes, Wahyu, Injil orang Ibrani, Injil Matthias, Hermas, surat Barnabas, kisah Apokalips Petrus, dan Didakhe (tuntunan moral Kristen). Seluruh tulisan tersebut digunakan dalam sebuah sekolah yang dipimpinnya di Alexandria.

Canon selanjutnya yang diduga berasal dari abad kedua adalah sebuah fragmen yang ditemukan oleh L. A. Muratori di Milan tahun 1740. Fragmen misterius yang ditulis dalam bahasa latin ini tidak diketahui secara pasti siapa penulisnya, maupun alasan di balik penulisan daftar tersebut. Daftar tersebut memuat komentar terhadap karya-karya yang dianggap sebagai tulisan otentik. Salah satunya mendukung gagasan bahwa Markus pernah menjadi sekertaris Petrus. Murrotarian canon menolak keotentikan Shepherd of Hermas dengan alasan kecurigaan karya tersebut baru diproduksi pada masa tersebut. Daftar tersebut memuat empat Injil dan keseluruhan bagian Perjanjian baru modern kecuali I & II Petrus, Ibrani, Yakobus and III Johannes. Sungguh ganjil mengingat ketiga surat pertama diketahui telah beredar luas di Roma, sebaliknya daftar ini turut mengakui kitab Apokalips Petrus sebagai bagian dari tulisan suci. Tampaknya fragmen Murrotarian cukup mengikuti trend yang berlaku saat itu saat mengecam pemikiran Marcion maupun canon yang dibuatnya.

Seorang muda dari Alexandria, Origen (185–254 M.) kemudian tampil sebagai seorang teolog cerdas dan kritis. Kualitasnya sebagai seorang pemikir tidak diragukan lagi karena ia telah bertualang ke berbagai daerah untuk melengkapi wawasannya. Ia menyusun canon yang dianggapnya sebagai kumpulan (corpus) dari berbagai tulisan suci. Menurutnya tulisan-tulisan suci tersebut memiliki nilai kesucian yang sama dengan kitab-kitab Perjanjian Lama. Empat Injil yang selama ini menjadi favorit gereja, Kitab Kisah Rasul, tiga belas surat Paulus, I Petrus, I Johannes dan Wahyu termasuk ke dalam canon buatannya, ditambah Injil Petrus, Protoevangelium of James, Injil Ibrani, Didache dan kitab Hermas. Canon tersebut merupakan hasil penelitian Origen terhadap gereja-gereja yang ada, artinya ia hanya mengakui kitab-kitab yang digunakan oleh kebanyakan gereja saat itu. Origen menaruh keraguan pada karya-karya seperti surat II Petrus, Ibrani, surat II Johannes, dan III Johannes. Ketidaktahuannya terhadap surat Yakobus cukup mengherankan karena ia sempat membicarakan Yakobus, sang saudara Yesus tersebut dengan panjang lebar saat mengomentari Injil Matius.

Pada masa berikutnya, berterimakasihlah kepada Eusebius yang menyusun sejarah perkembangan gereja hingga abad keempat. Berkatnya kita menjadi sedikit tahu mengenai perkembangan canon Perjanjian Baru yang sangat lambat. Karya Eusebius ini sempa mengalami beberapa kali revisi hingga draft finalnya tahun 327 M.. Pada masa tersebut sejarah gereja mengalami waktu-waktu terpentingnya, dimana agama Kristen akan berkembang menjadi agama Kekaisaran yang saat itu dikuasai oleh Konstantin. Eusebius yang tadinya sempat menganut Arianisme, berbalik menentang paham tersebut karena melihat kemenangan pamikiran Alexander-Athanasius di konsili Nikea tahuun 325 M.. Tentu saja ada pertimbangan nasib karirnya di gereja apabila ia tetap berkeras menganut paham Arianisme.

Dalam hal canonisasi, Eusebius berinisiatif membagi karya-karya yang selama ini digunakan gereja ke dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah kitab-kitab yang diterima sebagai tulisan suci bagi banyak gereja, dalam hal ini terdapat sekitar 21 kitab/surat yang termasuk ke dalam kategori tersebut. Kategori kedua merupakan kitab-kitab yang ‘diragukan’, diterima sebagain dan ditolak oleh sebagian yang lain. Kategori ketiga ditempati kitab-kitab yang dipastikan palsu.

Menempati kategori pertama adalah adalah Holy Quaternion atau empat Injil utama, disusul Kitab kisah Rasul, Surat I Petrus, I Johannes, kitab Wahyu dan seluruh surat Paulus (termasuk surat kepada jemaat Ibrani). Penempatan kitab wahyu pada kategori pertama dipusingkan dengan dimasukannya kitab yang sama pada kategori yang kedua. Kategori kedua terbagi lagi atas dua tingkatan, yaitu kitab-kitab yang diterima oleh mayoritas dan dianggap palsu oleh mayoritas. Menempati level pertama adalah surat Yakobus, II dan III Johannes, serta surat Yudas. Menempati level kedua adalah Kitab Acts Of Paul (kisah Paulus), Hermas, Apokalips Petrus, Surat Barnabas, Injil Ibrani, dan anehnya, Kitab Wahyu, yang sempat menempati kategori pertama. Dalam daftar kitab yang dipastikan palsu, di antaranya adalah Injil Petrus, Thomas, Matthias, Acts of Andrew (Kisah Andreas), dll.

Pada abad keempat, kaisar Konstantin memerintahkan Eusebius untuk menyusun canon untuk menjadi standar resmi bacaan bagi setiap umat Kristen. Tidak ada catatan sejarah mengenai keputusan Eusebius mengenai perintah tersebut, apakah ia tetap menggunakan canon yang ia pernah susun sebelumnya atau menghasilkan lagi susunan yang baru. Untungnya sekarang kita telah menemukan beberapa naskah abad keempat seperti Codex Sinaiticus dan Vaticanus yang dianggap sebagai bacaan resmi bagi setiap umat Kristen di masa tersebut dan beberapa abad sesudahnya. Codex Sinaiticus memuat keseluruhan kitab Perjanjian Baru modern ditambah Surat Barnabas dan kitab Hermas.

Hingga saat ini susunan Perjanjian Baru mulai memasuki draft finalnya. Kredo Nikea akan sangat berpengaruh terhadap draft tersebut. Pada abad keempat gereja semakin berani dalam menentukan mana saja karya yang boleh dibaca atau tidak. Cyril dari Jerusallem sebagai pemimpin gereja-gereja Jerusallem diketahui menyusun semacam aturan bagi seluruh jamaatnya, termasuk bacaan yang harus mereka baca. Cyril memutuskan bahwa jemaatnya hanya boleh membaca empat Injil, Kisah Rasul, dan 21 surat seperti yang termasuk dalam Perjanjian Baru modern. Cyril tidak memasukan kitab Wahyu dalam susunan kitab/surat yang harus dihargai sebagai tulisan suci. Susunan yang sama ditetapkan Konsili Laodiakea (363 M.) sebagai bacaan utama umat Kristen saat itu. Tidak diketahui ukuran atau acuan yang digunakan Cyril maupun Konsili Laodikaea dalam menentukan otoritas kitab-kitab pilihannya, walau tampaknya kredo Nikea cukup mempengaruhi dalam hal ini.

Tidak ada yang paling mempengaruhi susunan Perjanjian Baru modern selain surat Paskah Athanasius (Festal Letter Of Athanasius) yang dikirim kepada gereja-gereja Mesir tahun 367 M.. Ia memperingatkan gereja-gereja untuk tidak menambahkan atau menghilangkan apapun dari canon buatannya. Canon Athanasius langsung diakui sebagai bacaan resmi bagi setiap gereja barat. Sekali lagi tentunya keputusan ini sangat dipengaruhi dukungan kuat Athanasius terhadap keputusan konsili Nikea dan kepentingan politik. Sinode Carthage tahun 397 M. kemudian menguatkan keputusan Athanisus dalam penggunaan 27 kitab/surat Perjanjian Baru sebagai tulisan suci. Pada titik ini dapat dikatakan bahwa susunan kitab suci bagi gereja barat telah memasuki tahap final, tetapi tidak begitu halnya dengan gereja timur yang masih berdebat mengenai status beberapa kitab.

2 Comments

  1. Assalamualaikum w.b.t dan salam sejahtera… Sebelum tu, sya nak sampaikan PESANAN kepada semua pembaca Non-Muslims terutamanya masyarakat kita yang beragama Kristian agar lebih terbuka (open minded) sekiranya anda “tersinggah” di blog ini… Sya menulis blog ini bukannya untuk memburuk-burukkan agama atau dengan bahasa yang lebih mudah, MENGHINA agama anda… Nauzubillah… jadi, tujuan sebenarnya sya mewujudkan blog ini adalah semata-mata untuk rujukan kita semua agar kita lebih mengenali kebenaran yang hakiki. So, sya TEKANKAN sekali lagi bahawa, SYA TIDAK BERNIAT SAMA SEKALI UNTUK MENGHINA….
    Untuk pengetahuan semua, sya adalah seorang muallaf atau baru memeluk islam pada 19 Januari 2011 yang lalu… so, kira masih sangat baru la katakan… tp, walaupun begitu, sya dah mendalami serba sedikit tentang islam..
    Kenapa memeluk islam??
    Okay, untuk semua pastinya anda tertanya-tanya kenapa? Jawabannya adalah sangat mudah dan ringkas. Jawabannya: sebab sya dh menemukan kebenaran… sejak itu hati sya meronta-ronta untuk memeluk islam.. Selain tu, sy dh tertarik ngan islam sejak di bangku sekolah..
    So, kita teruskan penulisan dengan pandangan sya terhadap agama kristian…. Wahai umat muhammad, sesungguhnya islam adalah suci di sisi allah. Sebelum islam, dua agama samawi telah wujud… agama yahudi (kitab taurat) dan seterusnya agama Nasrani (kristian-Kitab Injil) yang dipimpin oleh Yesus (melayu): Yashu (ibrani): Jesus (english) dan ada yang memaksudkan bahawa dia adalah Nabi Isa Bin Mariam ( Dalam islam, kalo xda ayah, akan di’bin’kan kepada ibunya atau abdullah).. Walaupun begitu, islam telah dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w setelah kedua-dua agama ini disesatkan oleh umat itu sendiri..
    Kenapa mempercayai islam??
    Okay, yang pertama adalah kerana Allah s.w.t. Sya memeluk islam bukan kerana ajakan orang-orang tertentu kerana ianya diibaratkan dengan “layu rumput maka matilah ia”… maksudnya, jika sya memeluk islam kerana ajakan orang, sya mungkin tidak kekal kerana terpengaruh dengan manusia… tapi sya memeluk islam kerana Allah… ianya hadir sendiri dalam hati sya.. Alhamdulillah… Kedua, islam mempunyai `kebolehpercayaan’ 100%… Kenapa sya berkata demikian? Isla tiada persoalan yang rumit dan segala persoalan ada jawabnya… tapi kristian (agama asal sya)?? Terlalu banyak persoalan yang saya sendiri x bleh menjawabnya. Walaupun suatu ketika dulu, sya sangat aktif dalam gereja…. Tp, Alhamdulillah, skarang sya telah menemui apa yang sya cari dalam hidup.. Antara sebahagian daripada persoalannya ialah:
    Siapakah Yesus yang sebenarnya? Bilakah tarikh lahirnya?? Adakah tarikh kelahiran Yesus ditulis dengan jelas BILA didalam Alkitab??
    Jawabannya: TIADA…. Selama 18 tahun sya membaca Alkitab… tiada satu pun yang sya jumpa…. Tidakkah itu meragukan??
    Tarikh 25 disember… krismas…. Adakah anda tahu apa itu tarikh 25 disember?? Sebenarnya ialah 25 disember itu adalah tarikh lahirnya `Tuhan` Matahari. `Tuhan` bagi penganut pagan pada awal 6 Masihi.. Jadi, penganut-penganut tersebut tidak setuju yang tarikh kelahiran tuhan matahari diabaikan begitu sahaja.. Ada juga yang mengatakan Yesus dilahirkan pada 6 Januari jadi, penganut-penganut Nasrani (Kristian) dan penganut pagan Rome pada ketika itu bersepakat untuk meletakkan tarikh 25 Disember sebagai tarikh kelahiran Yesus…
    Anda tidak percaya?? Sya syorkan anda membuat kajian… cari dalam mana-mana internet, buku rujukan, tanyalah orang-orang yang tahu… jawabannya tetap sama..
    Adakah Yesus adalah Tuhan??
    Ok.. Sebelum itu sya nk tanya? Bolehkah Manusia Menjadi Tuhan? Pasti jawabannya adalah TIDAK… pangkat tertinggi seorang manusia adalah Nabi.. Bukannya Tuhan.. Kenapa??? Allah s.w.t mencipta malaikat daripada cahaya.. Jin daripada api.. Manusia daripada?? Anda boleh menjawabnya sendiri.. Kalau Tuhan boleh mencipta makhluk di muka bumi ini dengan pelbagai bentuk… Sudah tentu Dia ada `bentuknya` dan dicipta yang selain daripada kita.. So, terus terang sya katakan disini bahawa Yesus itu bukanlah Tuhan yang patut disembah… Kerana dia hanyalah seorang Nabi… Utusan… Jika pembaca-pembaca kristian mengatakan seperti yang ada dalam Alkitab iaitu, “tiada yang mustahil”…. Tapi sebenarnya Adalah Mustahil.
    Ulangan 4:35 (perjanjian lama)
    Maka kepadamulah Dia ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahawa tuhan itu adalah allah, dan kecuali Tuhan Yang Esa tiadalah yang lain lagi.
    Ulangan 6:4
    Dengarlah hai israil sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.
    Markus 12:29 (p.baru)
    Maka jawab Yesus kepadanya. Hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan Yang Esa.
    Apakah belum jelah bahawa Tuhan itu jelas disebut dalam kitab suci bagi orang2 kristian dan bukannya 3 menjadi satu dan 1 menjadi 3?
    Untuk pengetahuan orang2 kristian, sebenarnya jesus christ dan allah itu bukannya satu. Walaupun jesus bersabda dalam Injil yahya 10:30 yang berbunyi “aku dan bapa itu satu adanya”. Tetapi tidakkah orang2 kristian menyedari ayat daripada injil Matius 27:44 yang berbunyi “Eli, Eli, lama sebaktani”, ertinya “Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku”. Berdasarkan seruan jesus dalam ayat itu, jelas bahawa jesus tidak bersatu dengan tuhan, yakni tuhan meninggalkan jesus sewaktu dia disalibkan, seandainya kalau tuhan menjadi satu dengan jesus, mengapa tuhan tidak menolong jesus padahal pada saat itulah jesus memerlukan pertolongan daripada tuhan? Jadi, jelaslah disini bahawa tuhan tidak bersatu dengan jesus sehingga jesus sendiri meminta tolong. Ramai orang2 kristian yang mengatakan bahawa kematian dan penyaliban jesus itu adalah untuk menebus dosa-dosa manusia tetapi mengapa harus jesus meminta tolong saat dia disalibkan? Sedangkan dia telah mengetahui bahawa dia diturunkan ke dunia adalah untuk menebus dosa2 manusia? Kenapa dia tidak menolak untuk disalibkan jika masih meminta pertolongan daripada tuhan ataupun bersedia untuk disalibkan kerana dia telah mengetahuinya sejak awal? Jika demikian, jelaslah bahawa dia tidak bersedia untuk menebus dosa2 manusia.
    Saya ingin bertanya, kenapakah orang2 kristian menyembah dan mengagung2kan jesus serta menganggap jesus adalah tuhan mereka? Mengapa? Jika jesus adalah tuhan, kenapa dia tidak boleh menyelamatkan dirinya daripada disalib? Benarkah tuhan tidak mampu melawan kudrat manusia? Mustahil!!..
    Soalan seterusnya, adakah manusia2 yang menyalibkn jesus itu dilaknat? Jawaban orang2 kristian mestilah “YA”. Kenapa?? Jesus seharusnya berterima kasih kepada orang2 yang telah menyalibkannya itu kerana penyaliban itu adalah untuk menebus dosa2 manusia. Jadi, terdapat kekeliruan disini dan haruslah orang2 kristian menyedarinya.
    Saya ulangi sekali lagi bahawa jesus tidaklah bersatu atau dengan ayat yang lebih mudah, tuhan tidak tinggal di dalam badan jesus dan jesus tidak tinggal di dalam tuhan walaupun ianya bukan suatu yang mustahil. Saya bagi contoh yang mudah, jika seorang manusia dimasuki (dirasuki) jin, syaitan ataupun makhluk2 halus, adakah manusia itu kita namakan jin? Tidak! Pastinya ia masih seorang manusia, bukan? Jadi, jesus yang dikatakan bersatu (menerima) roh tuhan itu wajarkah disebut tuhan? Mestinya tidak! Kerana manusia tidak boleh menjadi seorang tuhan! Jelaslah bahawa jesus yang menerima roh ketuhan tentunya bukan tuhan. Manusia yang menerima wahyu tuhan itu bukan tuhan melainkan adalah Utusan (pesuruh) Tuhan. Sesuai dengan pengakuan jesus sendiri dalam Injil Yahya 17:3 yang berbunyi, “supaya mereka itu mengenal engkau. Allah Yang Maha Esa dan Benar, dan Jesus Kristus yang telah Engkau turunkan itu”
    Baiklah, berbalik semula kepada ketuhanan jesus tadi, sekiranya jesus adalah satu dengan tuhannnya, maka jesus seharusnya mengikuti sifat2 ketuhanan menyerupai dengan perbuatan tuhan. Tetapi, pada hakikatnya jawapannya adalah tidak. Sebanarnya, tuhan tidak makan tapi jesus makan. Allah tidak sakit, tapi jesus sakit. Tuan tidak menyembah kepada sesiapapun seperti tetapi jesus menyembah tuhan. Buktinya, sewaktu jesus hendak disalibkan, dia sempat berdoa pada tuhan di taman gestemani. Maka, adalah tidak benar tanggapan yang menyatakan bahawa jesus itu adalah satu dengan tuhan.
    Anak tuhan?
    Menurut tanggapan orang kristian, salah satu yang menyebabkan jesus bersatu dengan tuhan adalah kerana jesus mengetahui sesuatu yang ghaib. Tetapi, kita buka Injil Markus 13:31-32 yanb berbunyi, “sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu tiada diketahui oleh seorang jua pun, baik segala malaikat yang di syurga pun tidak, atau anak itu pun tidak, hanya bapa sahaja”. Jelas dalam kitab injil sendiri mengatakan bahawa jesus atau sesiapapun tidak mengetahui bilakah hari pembalasan (kiamat) akan berlaku. Yang tidak tahu itu pastinya bukan tuhan, kerana tuhan maha mengetahui. Anak yang dimaksudkn di dalam bible itu sebenarnya adalah para utusannya. Ini dapat dibuktikan melalui Injil Matius 1:16 yang berbunyi “dan yakub memperanakkan yusuf iaitu suami maria, ialah yang melahirkan jesus yang disebut kristus”. Jelas bahawa yang diperanakkan itu adalah manusia dan bukannya tuhan. Sila buka lagi Surat Rasul Petrus yang kedua 3:2 yang berbunyi “supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan dahulu oleh Nabi yang kudus dan akan hukum tuhan lagi juru selamat, dengan jalan rasul2 yang disuruhkan kepadamu”. Jelas menunjukkan bahawa Nabi yang terdahulu diutus juga adalah disebut kudus. Maka jesus juga adalah kudus. Nabi terdahulu juga adalah anak tuhan.
    Jika alasan mengatakan bahawa jesus adalah tuhan kerana dia menghidupkan orang mati, kita lihat Kitab Raja-Raja Yang Pertama 17:22 iaitu, “maka didengar akan doa ilyas itu, kembalikan nyawa kanak-kanak itu kedalamnya sehingga hiduplah ia pula” kalau secara adil ilyas juga adalah anak tuhan kerana telah menghidupkan seorang yang telah mati. Selain itu, jesus juga boleh menyembuhkan seorang yg buta dan menyembuhkan penyakit kusta. Tetapi sama seperti ilyas di dalam Kitab Raja2 yang ke 2, 3:10-11 yang bermaksud illyas juga menyembuhkan orang2 buta yang bernama Naaman disamping boleh menyembuhkan penyakit kusta. Jadi, patutkah yesus dianggap tuhan? Jika demikian, ilyas juga adalah tuhan? Padahal ilyas dan nabi isa delam islam adalah Cuma seorang nabi. Bukannya tuhan!
    Okay, kita masih juga pada tajuk yang sama. Jika orang2 kr menganggap bhw jesus dianggap tuhan disebabkn oleh dia lahir tanpa ayah, kenapa mereka tidak menganggap nabi adam dan hawa adalah tuhan sedangkan mereka juga adalah antara yang ada di muka bumi ini tanpa ibubapa.
    Jika jesus adalah tuhan, kenapakah dia merasa berdosa sehingga meminta ampun pada tuhannya. Buktinya, Matius 6:12 “dan ampuni kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini juga mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami”
    Jika didalam injil wahyu 22:12 “maka aku ini adalah alif dan ya, iaitu yang awal dan yang akhir”
    Wahyu 21:6 “maka firmannya kepadaku; “sudahlah genap: aku inilah Alif dan Ya iaitu yang awal dan yang akhir”
    So, yang aku itu adalah allah, bukannya yesus…. Kalau yang mengatakannya adalah yesus, kita tengok ayat ni,
    Ibrani 7:2-3
    “malkisedik yang tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada brsalasilah dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan dia diserupai anak allah, maka kekallah ia selamanya”
    Jesus adalah bahasa yunani yg bermaksud “melepaskan” iaitu melepaskan manusia dari dosa.
    Buktinya, Matius 1:21 “maka ia akan beranakkan seorang anak laki2 dan hendaklah engkau namakan dia yesus, kerana dialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya”
    Yohanes 5:3
    “maka aku tidak boleh berbuat satu dari apa mahuku sendiri. Seperti aku dengar, aku hukumkan, dan hukumku itu adil adanya, kerana tidak aku cuba turut mahuku sendiri, melainkan mahu-Nya Bapa yang sudah mengutus aku”
    Wajarkah tuhan diutus?
    Yoh 14:28 “dan barangsiapa yang melihat aku dia melihat sama Dia yang mengutus aku”
    Yesus Cuma Utusan Bukan Tuhan
    Yoh 17:23
    Saya dalam dia, dan bapa dalam saya supaya dia orang menjadi satu dan sempurna, dan supaya dunia boleh tahu yang bapa sudah mengutus saya”
    Bolehkah Tuhan Berkeadaan/Menjadi `Mati`??
    TIDAK… adalah sangat mustahil jika Tuhan itu adalah mati atau tidak bernyawa.. (sila rujuk Sifat-Sifat Wajib dan Mustahil Allah bagi Pembaca-Pembaca Islam)… Kenapa harus seorang yang digelar tuhan boleh disalibkan?? Kenapa?? Kenapa?? Untuk menebus dosa-dosa manusia?? Tidak Mungkin… Buktinya, sekiranya semua dosa manusia ditebus, maka tiadalah apa yang perlu kita cari di dunia ini… sebab apa? Jika dosa manusia ditebus oleh kematian yesus di kayu salib, maka tiadalah dosa manusia… tidaklah perlu berjuang untuk terus membuat kebaikan sebab dah memang confirm boleh masuk syurga… tapi, hakikatnya, kita adalah manusia…. Tiada seorang pun yang sempurna di sisi allah. Jadi, tidaklah patut orang-orang kristian menganggap sedemikian… dalam Al Quran, Nabi Isa tidaklah mati disalib melainkan orang yang disalib itu adalah orang lain yang ditukarkan wajahnya oleh Allah bagi mengaburi pandangan orang-orang kafir pada ketika itu.
    Bolehkah Manusia Mengampuni Dosa Sesama Manusia?
    Perbincangan kita yang seterusnya adalah tentang bagaimanakah seorang manusia biasa boleh mengampunkan dosa sesama manusia? Mengapakah perkara ini berlaku sedangkan para Nabi dan Rasul yang diutuskan Allah tidak sanggup mengampun dosa manusia dan tidak mampu mengampunkan dosa manusia. Ini bermaksud, para Nabi pun tidak melakukan pengampunan terhadap sesama manusia.
    Jika kita sedari, dalam Agama Kristian di seluruh dunia terutamanya penganut Katolik Roma (Roman Catholic) amat menitikberatkan tantang pengampunan dimana seorang seorang paderi diamanahkan untuk membuat sesi pengampunan (mengaku/sakramen pengakuan) pada setiap individu… Dalam Islam pun ada pengampunan juga. Tapi bukanlah melalui manusia. Orang-orang Islam meminta keampunan terus daripada Allah s.w.t. Bukannya memalui manusia. Ya.. Saya tahu, dalam Alkitab ada dikatakan dalam Injil Matius bahawa “ampunilah kesalahan orang lain maka Bapamu di syurga akan mengampunimu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni kesalahan orang, maka Bapamu di syurga juga tidak mengampuni kesalahanmu” (ayat tidak berapa tersusun. Cari semula dalam Injil Matius).. Jadi adakah itu yang dimaksudkan?? Jika dibaca sebanyak 10 kali, mungkin anda akan faham isi Injil tersebut.. Tapi sayangnya, ayat itu dan ada beberapa ayat Injil lain disalah ertikan sehingga menyesatkan mereka sehinggakan seorang paderi yang lahir daripada manusia biasa juga boleh mengampuni kesalahan atau dosa-dosa umat manusia yang datang memohon keampunan kepadanya. Jika difikirkan secara rasional, kenapa tidak memohon keampunan terus pada Tuhan mereka? Kenapa perlu meminta ampun pada Tuhan dengan melalui bantuan orang/manusia biasa?
    Okay, biar saya terangkan apa maksud ayat daripada Injil Matius tadi. Maksudnya, kita sebagai manusia haruslah hidup dalam keadaan saling memaafi antara satu dengan yang lain agar dapat dapat hidup dalam keadaan aman dan tenteram dan bukannya mengampuni dosa-dosa yang telah dilakukan oleh orang lain. Ini kerana kita bukannya Tuhan. Tiada siapapun yang boleh mengampuni dosa orang lain melainkan Allah!
    Sebenarnya dalam Kristian, kesucian para paderi disamakan tarafnya dengan kesucian Jesus Christ dan mereka (orang-orang Kristian) menganggap bahawa perlantikan seseorang paderi itu adalah melalui Jesus Christ dan bukannya daripada golongan Kristian itu sendiri.
    Apakah sebenarnya matlamat Jesus Christ diutus ke dunia? Pastinya jawapan yang kita terima adalah berbunyi begini, “untuk menebus dosa bangsa manusia, semua bangsa dan Agama”. Jadi, persoalannya adalah, kenapa perlu adanya paderi sebagai pengampun dosa jika Jesus Christ sudah menebus dosa semua manusia? Tidakkah mereka (orang-orang Kristian) sedar bahawa orang yang datang kepada paderi tersebut untuk memohon keampunan dosa adalah ibu bapa dari kalangan paderi tersebut? Logikkah seorang anak (paderi) mengampuni dosa-dosa ibu bapanya? Sedangkan secara rasionalnya, anak merekalah yang patut untuk datang meminta keampunan pada ibu bapanya. Bukannya ibu bapa yang harus datang meminta keampunan daripada seorang anak.
    Sebenarnya Jesus Christ bukannya turun ke dunia untuk melepaskan dosa bagi kesemua umat manusia melainkan hanya kaumnya sahaja. Buktinya ialah ada di dalam Injil Matius 15:24 yang menyebutkan bahawa “maka jawab Yesus, katanya “ tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain tetapi hanya kepada segala domba yang tersesat diantara Bani Israil”. Selain itu, kita lihat pula dalam Matius 1:21 iaitu “maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau namakan dia Yesus, kerana dialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya”. Yang dimaksudkan dengan `ia` dalam ayat tersebut adalah mariam, ibu kepada Jesus Christ.
    Oleh itu, jika kedua-dua ayat yang ditujukan hanyalah kepada Jesus Christ, mengapa tiada seorangpun yang menyedarinya? Jelas-jelas Jesus Christ dan Malaikat Jibril sendiri yang mengatakan demikian, kenapa tidak ditafsir dengan begitu mendalam? Jika ada yang tidak berpuas hati, carilah dalam kitab Injil. Ayat tersebut memang wujud malah banyak lagi ayat dalam Alkitab yang memperkatakan sedemikian.

  2. Terima kasih atas sharingnya, sama seperti yang saudara sebutkan di atas mengenai blog yang saudara bikin, semua tulisan di blog ini juga tidak ada maksud memojokkan agama mana pun…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s