Gnostisme Marcion

Salah satu masa dalam catatan sejarah kekristenan atau Bible ditandai dengan perkembangan Gnostisme yang subur di abad-abad pertama dan kedua. Ketiadaan Injil tertulis sebagai pegangan utama umat Kristen saat itu menyebabkan berbagai mitos dan gosip bisa beredar luas. Berbagai kelompok tersebut akhirnya beralih menggunakan karya-karya Paulus sebagai acuan, padahal Paulus tidak pernah mengetahui kehidupan Yesus, kecuali ia hanya mempercayai penebusan dosa melalui kematian Yesus.

Marcion memimpin suatu kelompok Gnostik terpenting di abad kedua. Menggunakan Surat-surat Paulus dan Injil Marcion sebagai panduan, ia mengutuk kitab suci kaum Yahudi yang menurutnya tidak beradab dan merupakan karya seorang dewa jahat yang gemar dengan peperangan. Ia tentu tidak terlalu peduli dengan kenyataan bahwa Yesus adalah seorang pembela agama Yahudi, dapat dilihat melalui kenyataan bahwa Injil kaum Marcionis, ternyata berisi tidak lain Injil Lukas yang telah diedit di sana-sini. Bagian yang berbau Yahudi atau Perjajian Lama ia hilangkan, selain itu ia meyakini bahwa Injil tersebut ditulis oleh Paulus. Sepertihalnya dengan Paulus, ia mendukung konsep ketuhanan Kristus yang dianggapnya sebagai Tuhan baik yang menggantikan Tuhan jahat Perjanjian Lama.

Marcion dikenal sebagai pembuat canon pertama, yaitu kitab sucinya sendiri yang berisi surat-surat Paulus dan sebuah Injil yang menurut Tertullian merupakan Injil Lukas yang telah diubah. Keyakinan Marcion bahwa Injilnya tidak lain merupakan buah tangan Paulus seakan-akan mengindikasikan bahwa pada masa tersebut (144-150 M.) Injil Lukas masih anonim dan tidak diketahui identitas penulisnya. Marcion tidak mengakui keseluruhan karya Paulus yang terdapat dalam Bible modern, ia hanya mengenal surat Galatia, I dan II Korintus, I dan II Tesalonika, Laodikaea (Efesus), Kolose, Filemon dan Filipi.

Walaupum dikecam sebagai heretis murni oleh seluruh umat Kristen dan berbagai Bapak Gereja Awal, Eusebius bahkan mengasilkan karya khusus untuk mengecam pemikiran Marcion dalam Against Marcion, canon buatan Marcion tak dapat dielakkan cukup mempengaruhi pemikiran Gereja di masa-masa berikutnya. Tanpa jasanya mungkin surat-surat Paulus tidak akan memasuki canon Perjanjian Baru.

Gerakan Gnostik lainnya dipelopori oleh Basilides dan Montanis. Kaum tersebut memiliki Injil tersendiri dan pengaruhnya cukup sulit untuk dihilangkan dalam kekristenan, bahkan hingga saat ini di gerakan kecil Montanis masih eksis di beberapa bagian Eropa.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s